Rahasia Ampuh Budidaya Buah Naga

Rahasia Ampuh Budidaya Buah Naga

Budidaya buah naga- Buah naga adalah buah yang berasal dari beberapa jenis kaktus, buah ini berasal dari negara Mexico, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. 

Dengan seiring berjalannya waktu, banyak negara yang membudidayakan buah unik ini seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia. Tapi buah ini juga sudah mudah ditemukan di negara lain seperti Okinawa, Israel, Australia Utara dan juga TIongkok.

Banyak negara yang membudidayakan buah ini  termasuk di Indonesia,karena di Indonesia sendiri memiliki iklim yang cocok dengan budidaya buah naga.

Di Indonesia sendiri banyak petani yang sangat antusias dengan budidaya buah naga ini karena buah naga juga terasuk dalam buah yang sangat banyak peminatnya, namun sayangnya dengan antusias para peati sedikit yang pahan tentang bagaimana cara budidaya buah naga itu sendiri.

Dari mulai rontoknya bunga, rontoknya buah, busuknya batang, gagal penyerbukan, hingga yang paling fatal adalah matinya tanaman buah naga.

Maka dari itu artikel ini akan membantu dari step by step budidaya buah naga, lanjut baca yaa.

Syarat Budidaya Buah Naga

Budidaya Buah Naga
Pixabay.com

Tentunya jika ingin mendapatkan hasil yang maximal, kamu harus mengenali beberapa syarat ini.

Buah naga akan tumbuh dengan maximal di ketinggian tanah yang cukup rendah, yaitu 20-600 mdpl, dan tekstur tanah yang di sukai oleh tanaman buah naga adalah tekstur tanah yang gembur dan memiliki banyak bahan organik serta mengandung zat hara yang lengkap dan untuk kadar pH yang dibutuhkan adalah sekitar 5-7.

Curah hujan yang dibutuhkan untuk budidaya buah naga ini kira-kira 720 mm per tahun, dan suhu yang cocok untuk budidaya buah naga adalah 27-37 derajat celcius.

Hampir sama dengan budidaya melon, budidaya buah naga ini membutuhkan air dengan takaran yang cukup, tidak terlalu berlebih dan juga tidak terlalu kering. Tanaman buah naga tidak tahan dengan kering tapi jika berlebih air akan membuat tanaman ini busuk.

Tanaman buah naga sangat menyukai sinar matahari, tugas dari sinar matahari adalah membantu dan mempercepat proses pertumbuhan dari tanaman buah naga.

Untuk di Indonesia sendiri ada beberapa jenis buah naga yang populer dan juga cocok di jadikan ladang budidaya buah naga diataranya adalah :

  • Hylocereus undatus buah naga dengan kulit berwarna merah dan daging berwarna putih.
  • Hylocereus polyrhisus buah naga dengan kulit merah dan daging berwarna merah.
  • Hylocereus costaricensis buah naga dengan kulit merah dan daging berwarna merah pekat agak ungu.
  • Hylocereus megalanthus  buah naga dengan kulit kuning dan daging berwarna putih.

Memilih Bibit Buah Naga

gambar buah naga Budidaya buah naga
pixabay.com

Ada dua cara untuk mendapatkan bibit buah naga, dengan menggunakan cara generatif atau dengan cara vegetatif.

Cara generatif adalah menggunakan biji, untuk mendapatkan benih biasanya diambil dari buah naga yang terpilih dan juga sudah dipastikan sehat. Cara ini bisa dibilang cara yang rumit dan biasanya yang melakukan cara ini adalah para penangkar yang sudah berpengalaman.

Yang kedua adalah menggunakan cara vegetatif, cara ini dikenal lebih mudah dari pada menggunakan cara generatif, dengan cara ini juga sudah terbukti tanaman akan lebih cepat tumbuh, cara ini cocok untuk para pembudidaya buah naga untuk pemula.

Berikut adalah langkah-langkah budidaya buah naga dengan menggunakan cara vegetatif :

  • Langkah awal yang perlu kamu lakukan adalah penyetekan terhadap batang atau cabang pada tanaman buah naga yang sudah pernah berbuah minimal 3-5 kali berbuah. 
  • Pilihlah batang dengan diameter 8-10 cm, berbatang keras, tua, memiliki warna hijau kelabu dan tentunya sehat. Semakin besar diameter batang, itu akan semakin baik, karena nantinya batang ini akan dijadikan sebagai batang utama.
  • Potonglah batang dengan ukuran kira-kira 80-130 cm, jangan potong semua kira-kira sisakan 20% dan sisanya akan dijadikan sebagai calon bibit.
  • Potong batang yang akan dijadikan calon bibit dengan masing-masing 20-30 cm. Dan buat ujung batang bagian atas dipotong rata dan juga runcing, supaya mempermudah untung merangsang pertumbuhan akar.
  • Potongan stek tadi harus memiliki minimal 4 mata tunas, karena akan berpengaruh dengan kecepatan pertumbuhan tanaman buah naga.
  • Diamkan terlebih dahulu batang stek tadi hingga getahnya mengering barulah di tanam, jika kamu menanam dengan keadaan batang memiliki getah yang masi basah maka batang akan mengalami pembusukan, dan juga lebih beresiko terkena jamur.
  • Sambil menunggu getah yang berada di batang kering kamu bisa menyiapkan bedengan atau polybag untuk menanam batang stek tadi, dengan campuran tanah dan pupuk kompos atau pupuk kandang.
  • Lakukan penyiraman sebelum menanam batang stek, jika sudah maka tancapkan batang yang sudah dibuat runcing tadi dengan kedalaman kira-kira 5 cm.
  • Berikan pelindung diatas bibt tanamn buah naga supaya tidak terpapar matahari langsung, dan lakukan penyiraman sebanyak 2-3 hari sekali.
  • Setelah stek berumur 3 minggu, tunas akan tumbuh dan kamu bisa membukan pelindung atau sungkup tadi, supaya bibit mendapatkan cahaya matahi penuh.
  • Untuk pemeliharaan bibit budidaya buah naga ini berlangsung selama 3 bulan, ketika bibit sudah memasuki umur 3 bulan maka akan memiliki tinggi 50-80 cm.

Pembuatan Tiang Panjat

gambar buahnaga
milanoruusblogspot.com

Untuk budidaya buah naga ini sangat penting adanya tiang panjat, karena guna dari tiang panjat ini adalah untuk menopang tumbuhan, untuk pembuatan tiang panjat ini bisa dibuat permanen manggunakan beton, dengan bentuk segi empat atau silinder dengan diamerter 12-15 cm.

Idealnya tinggi untuk tiang panjat adalah 2-3 meter, dengan ditanam sedalam 50-60 cm supaya kuat berdiri. Lalu tambahkan diujung beton bentuk (+) dan tambahkan ban motor bekas sehingga terlihat seperti pengemudi mobil.

Buat tiang panjat dengan berbaris dan jarak antar tiang panjat dengan tiang panjat yang lainnya dalam satu baris adalah 3 meter dan untuk jarak barisnya adalah 3,5 meter. Dan buatlah diantara baris saluran drainase sedalam 25 cm.

Pengolahan Lahan 

tanaman buah naga
hortiindonesia.com

Setelah kamu membuat tiang panjat, buatlah lubang dengan ukuran 60×60 cm dengan kedalaman 27 cm. Dan buat posisi tiang panjat berada di tengah lubang.

Setelah membuat lubang, campurkan pasir sebanyak 10 kg dengan tanah galian guna menambah porositas tanah. Tambahkan juga pupuk kandang dan pupuk kompos yang sudah matang sebanyak 10-20 kg

Tambahkan juga dolomit atau kapur sebanyak 300 gram guna menambah banyak kalsium, lalu aduk dan pastikan sudah merata.

Timbun lubang menggunakan campuran media tanam tadi lalu siram menggunakan air hingga tanah basah tapi jangan sampai menggenang.  Lalu biarkan lubang terpapar sinar matahari hingga kering.

Tunggu hingga 2-3 hari, lalu berikan pupuk TPS sebanyak 30 gram, berikan pupuk dengan melingkari tiang panjat dengan jarak kira-kira 10 cm dari tiang. Diamkan selama kurang dari 1 hari, dan lubang pun sudah siap untuk ditanami tanaman buah naga.

Penanaman Bibit Buah Naga

gambar buah naga
pixabay.com

Idealnya untuk 1 lubang diberi 4 bibit buah naga, buat bibit tersebut mengelilingi tiang panjat dan beri jarak antara tiang panjat dengan bibit adalah 10 cm. 

Pindahkan bibit yang ada di badengan atau polybag, lalu gali lubang sedalam 10-15 dm, atau sesuaikan dengan ukuran dari bibit tersebut. Letakan bibit pada galian tersebut dan mulai timbun dan padatkan.

Setelah bibit berusia 5 hari semenjak di tanamn ikat bibit menggunakan tali rafia atau yang lainnya, ikat tanaman setiap tumbuh 20-30 cm, dan ingat jangan terlalu kencang untuk mengikat tanaman karena itu bisa melukai batang.

Perawatan Budidaya Buah naga

tanaman buah naga
sapawarga.com

Pemupukan

Untuk awal gunakan pupuk yang mengandung nitrogen, dan ketika sudah memasuki fase berbunga gunakan pupuk yang mengandung banyak fosfor dan kalium. Untuk pemupukan dengan bahan urea tidak dianjurkan untuk budidaya buah naga karena bisa mengakibatkan pembusukan pada batang tanaman buah naga.

Pemupukan menggunakan pupuk kompos dilakukan 3 bulan sekali dengan takaran 5-10 kg per lubang tanaman. Ketika sudah berbunga dan berbuah tambahkan pupuk NPK dan ZK dengan takaran 50 dan 20 gram per lubang.

Untuk tahun selanjutnya berikan pupuk dengan takaran sesuai dengan ukuran tanaman itu sendiri. Bisa juga kamu menambahkan pupuk hayati dan pupuk organik cair untuk memaximalkan hasil.

Penyiraman

Untuk penyiraman kamu bisa dengan cara mengalirkan air ke parit-parit drainase, penyiraman manggunakan drainase dilakukan dengan merendam parit selama 2 jam. 

Atau jika ingin manual kamu bisa menyirami tanaman buah naga 2 kali sekali pada waktu pagi dan sore hari ketika cuaca tidak hujan, dan juga perhatikan jangan sampai airnya menggenang.

Pemangkasan

Ada 3 tipe pemangkasan dalam budidaya buah naga diantaranya adalah :

  • Pemangkasan batang pokok, seperti namanya pemangkasan ini dilakukan pada batang bibit tanaman, tanamn buah naga yang baik adalah yang memiliki batang yang kokoh panjang dan juga besar.

Pilihlah tunas yang tumbuh dibagian tas dan pangkas tunas yang berada dibawahnya.

  • Pemangkasan membentuk cabang produksi, lakukan pemangkasan pada tunas yang tumbuh pada batang utama tanaman buahnaga. Pilih 3-4 tunas untuk dijadikan sebagai batang produksi. Dan kriteria tunas yang tumbuh denganbaik adalah tunas yang tumbuh dibagian atas sekitas 30-35 dari ujung atas.
  • Pemangkasan peremajaan dilakukan pada cabang batang produksi yang tidak tumbuh dengan maximal, biasanya pemangkasan ini dilakukan setelah masa panen 3-4 kali.

Tujuan dari pemangkasan adalah untuk membentuk tanaman, supaya tunas-tunas bisa membentuk tanaman dengan baik dan juga supaya semua bagian tanman bisa terkena sinar matahari secara teratur.

Panen

gambar buah naga
infobuah.com

Tanaman buah naga terkenal dengan umurnya yang panjang, dan siklus produktif tanaman ini bisa mencapai 15-20 tahun. Budidaya buah naga akan mulai berbuah ketika sudah memasuki umur 10-12 bulan setelah tanaman.

Untuk panen pertama biasanya buah akan berukuran lebih kecil dan panen pertama bisa terhitung dari 1-2 tahun setelah tanam, karena produktivitas tanaman belum maximal.

Ciri-ciri buah yang susah siap tanaman adalah memiliki kulit yang sudah mulai berwarna merah mengkilap dan pada jumbaunya sudah berkurang warna hijau. Dan mahkota dari buah naga sydah mulai mengecil dan juga pangkal buah yang sudah mengkerut dan keriput. Dan biasanya untuk 1 buah beratnya bisa mencapai 500-600 gram.

Ini adalah tatacara budidaya buah naga, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *