Tips Budidaya Daun Bawang Tumbuh Cepat

Tips Budidaya Daun Bawang Tumbuh Cepat

Budidaya daun bawang- Daun bawang adalah salah satu sayuran yang paling sering kita gunakan untuk memasak, dari memasak yang ringan hingga rumit, dari memasak telur hingga memasak martabak memerlukan sayuran yang satu ini.

Selain itu daun bawang juga memiliki banyak kandungan yang sangat bermanfaat bagi tubuh, seperti zat besi, memiliki kandungan serat yang tinggi, banyak mengandung kalium dan lainnya. 

Dan dari kandungan yang dimiliki oleh daun bawang tersebut, daun bawang juga memiliki banyak manfaat seperti menyehatkan pencernaan, mengatur kadar cairan pada tubuh, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan yang lainnya.

Dari banyaknya kandungan dan banyaknya manfaat yang dimiliki, banyak petani yang melihat ada peluang usaha yang besar disini, maka dari itu banyak petani yang mulai untuk membudidaya tanaman ini.

Selain itu budidaya daun bawang dikenal budidaya yang paling mudah diantara budidaya yang lain, ada dua sistem penanaman daun bawang, dan dari dua sistem tersebut bisa dibilang sistem yang paling mudah. 

Layaknya tanaman yang lain, daun bawang juga memiliki berbagai jenis seperti :

  • Bawang prei Allium porum L daun bawang ini memiliki ciri yaitu tidak berubi dan memiliki daun yang lebar-lebar dibaning daun bawang yang lain.
  • Kucai  Allium schoercoprasum daun bawang ini memiliki ciri yaitu memiliki daun yang kecil panjang dan juga memiliki rongga di dalam daunnya, daunnya berwarna hijau dan juga berumbi kecil.
  • Bawang bakung atau semprong  Allium fistulosum daun bawang ini memiliki ciri daunnya yang bulat dan panjang dan berongga seperti pipa, dan belum tentu semua tanaman bawang bakung ini berumbi.

Daun bawang jenis ini biasanya digunakan untuk memasak soto, sop atau yang lainnya, karena daun bawang jenis ini memiliki aroma yang sangat khas dan juga membuat masakan jauh lebih sedap.

Syarat dari Budidaya Daun Bawang

gambar daun bawang
jambitribunnews.com

Daun bawang akan tumbuh maximal di daerah dataran rendah ataupun dataran tinggi dengan ketinggian 250-1500 mdpl, dengan curah hujan 150-200 mm/tahun.

Dan suhu harian yang cocok untuk tanaman daun bawang adalah 18-25 derajat celcius, dan kamu juga harus memperhatikan pH tanah yang cocok untuk daun bawang, pH nertal untuk tanaman daun bawang adalah 6,5-7,5, dengan jenis tanah andosol atau tanah lempung berpasir.

Persiapkan benih

Ada dua cara untuk mendapatkan bibit, yang pertama dengan cara generatif dan juga vegetatif, disini kita akan membahas bagaimana cara mendapatkan bibit dari dua cara tersebut

Untuk cara generatif adalah cara yang menggunakan biji atau benih dan untuk vegetatif adalah memperbanyak tanamn dengan memecah anakan atau rumpun utama.

Mari kita bahas yang pertama yaitu cara mendapatkan benih dengan cara generatif 

  • Siapkan media semai sebelum kamu memulai untuk menyemai tanaman. 
  • Untuk membuat media semai disini kita menggunakna tray, campurkan tanah dengan pupuk kopmos atau pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan 1:1.
  • Letakan benih daun bawang di setiap wada 1-2 biji, lalu tanamn sedalam 10 cm.
  • Tutup tempat penyemaian dengan karng goni yang basah atau menggunakan daun pisang, tunggu hingga benih berkecambah, lalu bukalah penutup tersebut.
  • Lalukan penyiraman rutin setiap hari, disetiap pagi dan sore dan juga berikan pupuk, seperti pupuk urea, ZA atau pupuk cair organik.

Untuk pupuk urea dan pupuk ZA lebih baik dilarutkan terlebih dahulu kedalam air sebelum diaplikasikan kepada tanaman daun bawang.

  • Tunggu hingga tanaman daun bawang memasuki umur 2-2,5 bulan, di umur tersebut tanaman daun bawang kana memiliki tinggi 10-20 cm, lalu kamu bisa memindahkan ketempat yang lebih lebar.

Selanjutnya kita akan membahas bagaimana mendapatkan bibit dengan cara vegetatif, seperti yang sudah disinggung di atas, sistem vegetatif adalah memperbanyak tanaman dengan cara memecah anakan atau menggunakan rumpun utama.

Kamu bisa menggunakan tanaman yang sudah memeiliki umur 2,5-3 bulan untuk dipecah anakannya. Dan pastikan tanaman yang akan menjadi indukan itu harus sehat, terlihat segar dan yang pastinya tidak terserang hama dan juga penyakit. 

Berikut adalah cara untuk mendapatkan benih dari cara vegetatif :

  • Bongkar atau rombak tanaman daun bawang bersama akar-akarnya, cara membongkarnya jangan mencabut tanaman karena itu akan merusak akar dari tanaman daun bawang, melainkan gali menggunakan tangan atau alat bantu lainnya.
  • Bersihkan tanah-tanah yang masih melekat pada tanaman daun bawang, bersihkan menggunakan tangan, dan juga bersihkan jika kamu menemukan daun dan akar yang layu atau tua.
  • Buatlah beberapa anakan dari bongkaran rumpun tanaman daun bawang tadi, idealnya setiap anakannya memiliki 1-3 batang daun bawang.
  • Pangkas daun bagian atas dengan tujuan mengurangi penguapan, pemangkasan bisa dilakukan dengan patokan ukuran kira-kira sepertiga atau seperempat dari bagian daun atas. Sealin itu pemangkasan juga akan merangsang tumbuhnya tunas yang baru.
  • Bibit bawang yang sudah dipangkas bisa langsung ditanam, namun jika kamu tidak ingin menanamnya terlebih dahulu lebih baik tidak disimpan melebihi 5-7 hari ditempat penyimpanan yangteduh dan lebab, karena itu akan membuat bibit layu.

Menyiapkan Media Tanam

budidaya daun bawang
tanamanbawangmerah.blogspot.com

Untuk budidaya daun bawang ini, kamu bisa memilih 2 media semai, jika kamu memiliki lahan yang luas kamu bisa menggunkan bedengan, tapi jangan risau, untuk kamu yang tidak memiliki lahan yang terlalu luas, kamu bisa menggunakan media tanam polybag.

Untuk membuat media tanam dengan bedengan kamu bisa menggunakan cara ini :

  • Siapkan alat-alat seperti cangkul, sabit dan lain-lain.
  • Bersihkan lahan yang akan dijadikan sebagai bedengan, bersihkan lahan dari gulma dan juga pengganggu yang lain.
  • Gemburkan tanah lahan menggunakan cangkul atau menggunakan alat bajak.
  • Campurkan tanah bagian atas dengan pupuk organik ( pupuk kandang atau pupuk kompos ) dengan takaran 1:1.
  • Lalu bentuk bedengan dan campuran tanah tadi di bagian atasnya, dengan ukuran lebar 150, tinggi 40 cm dan panjang bisa disesuaikan dengan lebar lahan tersebut, dan jangan lupa membuat saluran drainase diantara bedengan dengan jarak 50 cm.
  • Buatlah lubang sedalam 10 cm dan buatlah jarak antar lubang dengan ukuran 40 cm.

Selanjutnya kita akan bahas cara membuat media tanam menggunakan polybag atau pot :

  • Ambil  polybag atau pot lalu isi dengan tanah, kompos, dan arang sekam dengan takaran 2:1:1, atau dengan menggunakan tanah dan pupuk organik (Pupuk kandang, pupuk kompos) dengan takaran 2:1.
  • Aduk media tanam hingga semua merata, kemudian masukan media tanam yang sudah diaduk tadi ke dalam  polybag atau pot, lalu padatkan tanah menggunakan tangan atau alat yang lain, jangan di injak karena itu akan menjadikan tanah terlalu padat.
  • Buatlah lubang untuk menanam daun bawang kira-kira 8-10 cm.
  • Lalu basahi media tanam menggunakan air secukupnya.
  • Letakan polybag atau pot ditempat yang terkena sinar matahari setiap hari.

Penanaman Budidaya Daun Bawang

Jika kamu menginginkan budidaya daun bawang organik kamu bisa langsung menanamnya, namun jika kamu menggunakan budidaya daun bawang non organik, kamu bisa menrendam bibit kedalam larutan fungisida sebelum ditanam, untuk menghindari bibit terkena jamur. Lakukan perendaman selama 10-15 menit dengan dosis rendah kira0kira 30%-50%.

Masukan bibit kedalam lubang yang sudah disiapkan, satu lubang untuk satu bibit, dan pastikan posisi tanaman daun bawang tegak, lalu tutup media tanam hingga kuat menopang tanaman daun bawang, Setelah itu siram bibit supaya terjaga kelembabannya.

Waktunya tepat untuk menanam budidaya daun bawang adalah ketika pagi atau sore hari, itu adalah waktu dimana sinar matahari tidak terlalu menyengat. 

Perawatan Budidaya Daun Bawang

Budidaya daun bawan
theasianparent.com

Penyiangan

Lakukan penyiangan pada budidaya daun bawang dengan cara membersihkan lahan disekitar tanaman daun bawang.

Membersihakan gulma dan juga rumput liar karena itu akan memperlambat pertumbuhan dari tanaman daun bawang. 

Penyiraman

Untuk penyiraman pada awal pertumbuhan, sebaiknya dilakukan setiap hari, tapi pastikan juga jangan sampai media tanam terlalu basah atau becek atau air tergenang karena itu bisa menyebabkan akar manjadi busuk.

Untuk selanjutnya lakukan penyiraman selama 2-3 hari sekali, atau sesuaikan dengan cuaca dan juga keadaan media tanam. Waktu yang tepat untuk melakukan penyiraman adalah ketika jam 9 pagi atau sore hari pada pukul 5 sore.

Pemupukan

Pemupukan untuk budidaya daun bawag organik bisa dilakukan 4 minggu sekali menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan takaran satu kepala untuk satu lubang. Dengan cara ditaburkannya  pupuk di sekitar pangkal batang tanaman daun bawang.

Dan untuk budidaya daun bawang non organik bisa dilakukan 3 minggu sekali dengan menggunakan pupuk urea, ZA dengan takaran 5 gram. Sebaiknya cairkan terlebih dahulu pupuk sebelum digunakan. Kemudian siramkan pupuk yang sudah di cairkan ke media tanam.

Panen

Daun bawang sudah bisa dipanen ketika sudah memasuki umur 2,5 bulan setelah ditanam, dan jika menggunkan biji 5 bulan setelah biji ditanam.

Daun bawang yang sudah siap untuk dipanen memiliki ciri jumlah rumpunya sudah mulai banyak, ada beberapa daunnya yang sudah menguning, lakuakan panenan pada pagi atau sore hari.

Ini adalah tops budidaya daun bawang yang mudah, semoga membantu da selamat mencoba.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *