Tips Untuk Budidaya Pare Terampuh dan Terpercaya

Tips Untuk Budidaya Pare Terampuh dan Terpercaya

Budidaya pare- Pare adalah salah satu jenis tanaman yang terkenal dengan memiliki rasa yang pahit, namun dibalik rasanya yang pahit, banyak juga lho penggemarnya.

Di indonesia sendiri banyak peminat dari pare ini, banyak dijadikan olahan makanan seperti tumis dan juga somay. 

Dan dibalik rasanya yang pahit itu pare memiliki banyak khasiat untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Seperti mengobati pencernaan, diabetes, obat cacing dan juga antibiotik.

Ternyata didalam tanaman pare juga banyak vitamin lho, seperti vitamin A, vitamin B, vitamin B2, vitamin C, Natrium dan juga yang lainnya.

Maka tak jarang pula banyak petani yang membudidayakan pare, cara menanamnya juga tidak begitu rumit, dan pare bisa tumbuh dengan tidak bergantung kepada musim.

Minat untuk budidaya pare? Lanjut baca yaa.

Cara Budidaya Pare Untuk Pemula

Syarat Budidaya Pare

budidaya pare
google.com

Tidak perlu risau, tanaman pare bisa beradaptasi dengan likungan sekitarnya dan juga di iklim yang ekstrim. Tanaman pre sangat cocok bila di budidayakan ditanah yang memiliki tinggi 1-1000 mdpl, dengan kadar pH 5-6 dan juga bersuhu 25-28 derajat celcius.

Pastikan tanah yang digunakan untuk tanahlahan adalah tanah yang gembur dan juga mengandung banyak humus, tujuannya untuk memberikan nutrisi pada tanaman pare. 

Dan juga tidak masalah jika tanaman tidak begitu mendapat sinar matahari, karena tanaman pare tidak memerlukan banyak sinar matahari.

Persiapkan Lahan

Pastikan kamu sudah gemburkan tanah dengan cara dicangkul atau dbajak, untuk tahap ini kamu bisa melakukannya ketika 6-10 hari sebelum memindah tanaman.

Jika perlu taburkan kapur untuk menjadikan tanah netral, biasanya tanah yang digunakan untuk budidaya pare memiliki pH 5-6, jika di bawah itu kamu bisa menambahkan kapur. Takaran jika akan menggunakan kapur adalah 2,65 ton per hektar.

Jangan lupa berikan pupuk pada lahan sebanyak 10-5 ton per hektar

Persiapkan Benih

Pastikan kamu memilih benih yang berkualitas dan juga sehat, karena itu akan berdampak dengan hasil, bisa jadi hasilnya tidak maximal jika kamu tidak menggunakan benih yang sehat.

Ada 2 cara untuk menanam tanaman pare, yang pertama langsung ditanam atau menggunakan cara penyemaian.

Untuk penanaman bisa dilakukan ketika musim hujan, sedangkan untuk penyemaian dilakuakan ketika musim kemarau. Tapi untuk menghemat penggunaan benih kamu bisa menggunakan cara penyemaian.

Untuk memulai penyemaian, kamu perlu membuat media tanam, isisan dari media tanamn tersebut adalah tanah, arang sekam, pupuk kandang danjuga sabut kelapa, dengan perbandingan 1:1:1:1.

Sebelum benih di semai, potong bagian atas benih yang lancip menggunakan gunting atau yang lainnya, ini dilakukan karena benih pare memiliki kulit yang tebal dan juga keras.

Setelah dipotong masukan benih kedalam polybag yang sduahberisikan media tanam, setelah itu tutup benih menggunakan plastik mulsa.

Selama proses penyemaian, kamu haru selalu menyimi setiap hari kira-kira 2-3 dalam satu hari.

Biasanya benih sudah mulai berkeemabah pada hari ke 4-7, setelah disemai tunggu tanaman hingga memiliki usia 3 minggu, jika umur tanamn sudah mencapai 3 minggu tanaman sudah siap untuk dipindah.

Penanaman Benih

Biasanya pare ditanaman diatas bedengan yang memiliki ukuran 1,5-3 m, panjang dari bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan, untuk tinggi disesuaikan dengan musim, jika musim kemarau tinggi dari bedengan 20 cm, sedangkan ketika musim hujan 30 cm.

Dan jarak dari tanaman satu yang lain ada beberapa ukuran diantaranya 75×75 cm, atau 100×100, 45-60 cm didalam baris dan 120-150 di antara baris.

Jangan lupa berikan pupuk pada lahan yang sudah disiapkan, setelah tanah dan pupuk dicampur buatlah lubang sedalam 6 cm.

Untuk lubang tanaman satu sejajar. Lubangi tanah dan buat sejajar di tengah guludan dan juga lurus dengan jarak 40-60 cm.

Untuk tanaman dua sejajar. Buat lah lubang dua sejajar pada pinggir guludan, jarak yang digunakan sama dengan tanaman lubang satu sejajar.

Masukan benih pare yang sudah siap ditanaman, pastikan dalam satu luabnag bisa diisi dengan 3 benih tanaman pare. 

Terakhir, tutup lubang tanaman tadi menggunakan tanah yang ada disekitar lahan.

Perawatan 

budidaya pare

Tidak hanya cukup disini, kamu juga perlu merawat tanaman pare supaya bisa mendapatkan hasil yang maximal

Penyiangan

Pastikan kamu memperhatikan sekitar tanaman, pastikan tidak ada gulma dan juga rumput liar lainnya. Jika kamu menemukan maka cabut hingga akarnya supaya tidak tumbuh lagi. Dan buang di area luar lahan tanaman.

Gulma atau rumput liar bisa menjadi pengganggu untuk pertumbuhan tanaman pare karena dia akan memakan nutrisi yang ada ditanah.

Penyiraman

Penyiraman tanaman pare bisa dilakukan ketika soredan pagi hari, kamu bisa menyiram tanaman pare 2 kali dalam sehari.

Penyulaman

Selanjutnya kamu juga perlu melakukan penyulaman, akan dilakukan penyulama jika ada tanaman yang layu dan juga terserang hama dan penyakit, penyulaman biasanya dilakukan jika tanaman sudah memasuki usia 1 minggu setelah penanaman.

Pemupukan 

Supaya tanaman memiliki produktifitas tinggi, kamu juga perlu memeberikan pupuk tidak hanya pupuk organik, beri pupuk organik pada tanaman jika sudah memasuki umur 21 hari setelah penanaman.

Untuk pemupukan pertama pada umur 15-20 hari setelah penanaman kamu bisa menggunakan NPK dengan takaran 40-50 kg/ hektar. Dengan sistem kucur.

Pemupukan kedua dilakukan setelah 7-10 dari pemupukan pertama dengan takaran 50-100 kg/ hektar. Dengan sistem yang sama.

Pemupukan selanjutnya juga sama lakukan 7-10 hari setelah pemupukan ke dua masi dengan takaran yang sama dan sistem yang sama.

Jangan sampai lupa juga lalukan pemupukan susulan, dan berjarak 10 cm dari tanaman. Ketika tanaman mencapai umur 15, 35, 50 hari setelah penanaman gunakan takaran 5-10 g/ tanaman.

Dalam proses ini sebaiknya dalam satu proses penanaman pare dilakukan pemangkasan sebnayak dua kali. Tujuan dari pemangkasan adalah untuk memproduksi pare lebih banyak lagi.

Cara memangkas tanaman pare adalah memangkas cabang pasa tanaman pare.

Kenali ini

hama dan penyakit pare
kampustani.com

Sama dengan tanaman lain, tanaman pare juga bisa terserang hama dan juga penyakit, untuk mengurangi ancaman dari hama kamu bisa menutupi tanaman pare dengan plastik, supaya terhindar dari hama.

Macam hama yang mengganggu tanaman pare adalah bekicot, ulat buah, lalat buah. lmebing, kumbang, dan kepik.

Jika ancaman dari penyakit datang, kamu bisa gunakan insekstisida dengan dosis yang disarankan, jika kamu mnggunakan tanpa peduli dengan takaran itu akan berpengaruh pada lingkungan sekitar juga, dan bahkan bisa membahayakan tanaman pare.

Macam penyakit yang menggangu tanaman pare adalah bercak daun dan latu fusarium.

Panen

panen pare
tribunnews.com

Untuk panen biasanya tanaman sudah memasuki umur 55-60 setelah tanam, kamu bisa memanen setiap 2 hari sekali.

Cara memanen tanaman pare dengan memotong batang tangkai buah pare, kamu bisa memeotong menggunakan pisau atau gunting, dan pastikan itu bersih dan steril supaya tidak membawa penyakit pada tanaman pare.

Ini adalah beberapa tips untuk budidaya pare yang mudah, semoga membantu dan selamat mencoba.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *