Anti Ribet-Ribet Club Budidaya Selada Untuk Pemula

Anti Ribet-Ribet Club Budidaya Selada Untuk Pemula

Budidaya selada- Selada adalah salah satu tanaman yang bisa tumbuh dengan iklim yang sedang ataupun tropis. Di Indonesia sendiri terdapat 2 jenis selada, yaitu selada berkrop bulat dan berwarna hijau, sedangkan yang kedua memiliki bentuk krop bulat atau lonjong.

Tapi selain itu juga ada lho jenis selada yang lain, seperti berikut : 

  • Lollo Rosso adalah salah satu jenis selada keriting, namun yang membedakan dengan selada keriting pada umumnya adalah selada ini memiliki warna kemerahan pada ujung daunnya dan juga memiliki tekstur yang lembut dan juga renyah.
  • Lollo Verde adalah jenis selada keriting yang memiliki ciri-ciri ujung daunnya yang keriting dan juga bentuk daun yang ramping, selada ini juga memiliki tulang daun yang berwarna putih dan memiliki tekstur yang lunak.
  • Romaine Lettuce/Cos selada yang satu ini memiliki bentuk menyerupai sawi putih, selada ini memiliki ciri-ciri daun yang panjang dan memiliki warna gradasi putih menuju hijau.
  • Boston Lettuce Selada yang satu ini memiliki bonggol dibagian bawahnya atau di pangkal, selada jenis ini memiliki tekstur yang renyah.
  • Butterhead siapa yang menyangka bahwa ternyata Butterhead adalah nama lain dari kubis, yup tentunya sudah tidak asing ya, ciri-ciri dari tanaman ini ada memiliki daun yang berlapis-lapis hingga membentuk bulat, dan memiliki tekstur yang renyah dan agak berminyak.
  • Iceberg Lettuce selada jenis ini memiliki bentuk hampir sama dengan Boston Lettuce yaitu memiliki bonggol yang besar dan juga memiliki daun yang berlapis-lapis.
  • Radicchio selada yang satu ini memiliki ciri-ciri yang berbeda diantara selada yang lain, selada yang satu ini memiliki warna merah dan juga gelap serta memiliki serat-serat putih. Bentuk dari selada ini adalah bulat memanjang dan memiliki rasa yang agak pahit.

Selain itu selada juga memiliki manfaat lho diantaranya :

  • Menjaga kesehatan jantung.
  • Merawat kecantikan kulit.
  • Meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Mencegah pengeroposan tulang.
  • Menjaga kesehatan mata.

Selain raga macam dan juga ragam manfaatnya selada juga bisa lho kamu jadikan sebagai peluang bisnis, seperti budidaya selada, sudah banyak yang membuktikan bahwa budidaya selada sangat menjanjikan, kamu juga mau membuktikan? 

Untuk memulai budidaya yang bisa mendatangkan untung besar ini kamu harus tau beberapa step by stepnya.

Budidaya Selada Gudang Usaha

Syarat Budidaya Selada

budidaya selada
pixabay.com

Tentunya tanaman selada sangat cocok ditanam di Indonesia, bukan hanya iklimnya yang bersahabat tapi juga selada termasuk menjadi sayuran favorit masyaraat Indonesia. 

Seperti yang sudah disinggung diatas, tanaman selada cocok di tanaman di dataran tinggi ataupun dataran rendah, itu tandanya tanaman selada sangat mudah untuk dibudidayakan.

Tanaman yang memiliki nama latin Lettuce ini berasal dari negara  Timur Tengah, pada dasarnya tanaman selada bisa tumbuh optimal pada suhu 15-25 derajat celcius dengan ketinggian 1000 meter-1300 meter dari permukaan laut.

Dan pastikan juga tanah yang digunakan adalah tanah yang gembur karena itu akan mempermudah proses pertumbuhan yang maximal.

Pemilihan Benih yang Unggul

Tentunya untuk mendapakan selada yang berkualitas kamu harus memilih benih yang unggul. Dan pastikan kamu sudah menentukan selada jenis apa  yang akan kamu tanam.

Kamu bisa mendapatkan benih di toko pertanian. Umumnya untuk 1 hektar tanah membutuhkan kira-kira 500 gram biji selada.

Penyemaian Benih Selada

budidaya selada
pixabay.com

Tentunya sebelum ditanaman benih harus disemaikan terlebih dahulu.

Siapkan air hangat didalam baskom lalu rendam semalaman, setelah itu pilih benih yang terendam karena ini salah satu ciri-ciri benih yang berkualitas.

Setelah mendapatkan benih yang berkualitas, siapkan media tanam untuk menyemai benih.

Gunakan tanah dan campurkan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang, setelah itu siramkan media semai hingga lembab.

Sebarkan benih selada pada bedengan secara merata, lalu tutup benih dengan daun pisang atau jerami atau daun kelapa. Setelah itu tunggu hingga 2-3 hari untuk munculnya kecambah pada benih selada.

Untuk bibit yang sudah disemai pastikan terjaga dari hujan dan juga serangga pengganggu, untuk cara menghindarinya kamu bisa menggunakan plastik transparan atau pranet.

Dan untuk mencegahnya dari gangguan serangga kamu bisa dipasang jaring serangga.

Jika umur bibit sudah mencapai 1 minggu, kamu bisa memindahkannya ke bumbung daun pisang atau kedalam pot yang sudah terisi dengan media tumbuh seperti campuran tanah dan juga pupuk kompos atau kandang.

Ciri-ciri benih selada yang sudah siap tanam adalah memiliki 3-4 helai daun kira-kira jatuh pada umur 3-4 minggu.

Agar pertumbuhannya maximal, pastikan juga media tanamannya selalu dalam keadaan lembab.

Pengolahan lahan

lahan budidaya selada
pixabay.com

Langkah berikutnya untuk menanam selada adalah mempersiapkanlahan, sebenarnya banyak media tanam yang bisa digunakan untuk menanam atau membudidayakan selada.

Ada yang menggunakan polybag, bedengan, sistem tray dan tanah cetak. Tapi disini kita menggunakan media tanaman dengan bedengan.

Pastikan kamu sudah menggemburkan tanah dengan menggunakan cangkul atau alat bajak,supaya mempermudah proses penanaman dan juga mempermudah proses pertumbuhan yang maximal pada tanaman selada. 

Lakukan juga penyiangan, atau pembersihan gulma dan juga rumput liar lainnya.

Selanjutnya buatlah badengan dengan ukuran lebar 1 meter dan tinggi 20 cm, untuk panjangnya bisa disesuaikan dengan luas lahan atau sesuai dengan kebutuhan. Dan disarankan jangan membuat bedengan dengan ukuran yang terlalu lebar, karena itu akan memperusulit dalam pemeliharaan.

Untuk budidaya selada sendiri tanah yang baik digunakan adalah tanah yang memiliki pH 5-6, dan jika tanah yang digunakan masih dalam kondisi asam, lakukanlah pengkapuran, dan jika tanah yang di gunakan adalah tanah yang basa kamu  bisa melakukan penetralan juga dengan menggunakan belerang atau gipsum.

Setelah membentuk bedengan, kamu harus mencampur tanah menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos, disarankan untuk menggunakan kotoran ayam dengan takaran 20 ton per hektar.

Dan jika kamu menggunakan pupuk kompos kamu bisa menggunakna takaran 2 kg per hektar. Tujuan diberikan pupuk adalah untuk menambah kesuburan dari tanah dan juga mempertinggi aktifitas mikroorganismenya.

Setelah diberikan pupuk, diamkan selama 2 hari kemudian gemburkan lagi tanah menggunkan cangkul atau alat bajak.

Menanam Selada

Menanam selada
canva.com

Langkah awal utnuk menanam selada adalah ambil bibit beserta media tanamannya lalu pastikan kamu menggambil bibit tidak merusak akarnya.

Lalu pindahkan bibit ke badengan, lalu padatkan tanahnya dan pastikan posisi dari bibit tersebut tegak dan lurus. 

Setelah itu siram bibit menggunakan air secukupnya.

Perawatan Budidaya Selada

perawatan budidaya selada
pexels.com

Penyiraman

Lakuakan penyiraman pada tanaman selada dalam jangka waktu 2 kali sehari yaitu ketika pgai dan sore hari. Jika sedang musim hujan kau bisa mengurangi takaran penyiraman, dan pada intinya penyiraman dilakukan untuk mempertahankan kelambaban kondisi tanah.

Penyiangan

Selanjutnya adalah penyiangan, penyiangan adalah mencabut gulma dan juga rumput liar yang ada dia sekitar tanaman selada, langkah ini juga harus sering dilakukan karena jika tidak gulma dan rumput liar akan mengambil nutrisi yang ada di tanah sehingga menghambat pertumbuhan dari tananam selada.

Dan banyak dampak yang fatal juga bisa terjadi jika kita lalai mencabutnya, diantara lain adalah gagal panen.

Pengairan

Pengairan atau drainase ini sangat perlu untuk selalu dipantau dan diperhatikan, karena untuk menghindari terjadi genangan air uang bisa merusak tanaman selada. Sealin itu jika tidak diperhatikan bisa dipastikan tanaman selada akan terkena hama dan juga penyakit.

Kenali ini 

Seperti layaknya tanaman yang lain, tanamn selada juga memiliki hama dan juga penyakit diantaranya adalah :

  • Jangkel : Salah satu hama tanaman yang menyerang tanaman selada pada segala umur, dan biasanya hama ini bertempat di pangkal daun bagian dalam. Dan biasanya jika ada tanamn yang dihinggapi hama ini akan menjadikan daunnya berlubang.
  • Tangek : Hama yang satu ini hampir sama dengan hama jangkel yang membuatnya berbeda adalah biasanya hama yang satu ini banyak menyerang ketika musim kemarau.
  • Busuk Lunak : Penyakit ini mengakibatkan daun berwarna coklat dan layu.
  • Busuk Pangkal : Penyakit ini menyerang pangkal daun dan biasanya penyakit ini banyak ketika sedang musim panen.

Untuk menghindari serangan hama dan penyakit kamu bisa menggunkan langkah yang ramah lingkungan seperti teraturnya melakukan penyiraman dan juga pemupukan, selain itu kamu juga bisa menggunakan pestisida organik. Tetapi jika kamu terpaksa menggunakan pestisida kimia kamu harus menggunkan sesuai dosis yan tepat dan yang sudah di rekomendasikan.

Jika tidak itu akan berpengaruh merusak lingkungan yang ada di sekitarnya.

Panen

panen budidaya selada
pixabay.com

Tanamn selada yang sudah memasuki usia 2-2,5 bulan sudah bisa dipanen dengan cara mencabut tanaman selada beserta akar-akarnya.

Dan ini yang perlu kamu ketahui jika kamu sudah mencabut tanaman selada, tanaman selada akan lebih cepat layu, maka disarankan untuk memanen ketika pagi atau sore hari supaya tidak terkena sengatan sinar matahari langsung.

Berikut adalah cara menanam selada atau budidaya selada, semoga bermanfaat dan selamat mencoba. Jangan sampai ketinggalan artikel selanjutnya yaa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *