Cara Menanam Pohon Kelor Pohon Ajaib DIjamin Terlengkap

Cara Menanam Pohon Kelor Pohon Ajaib DIjamin Terlengkap

Cara menanam pohon kelor – Tentunya kita tidak asing dengan tanaman ini yaa karena tanaman ini sangat mudah ditemukan di Indonesia.

Tanaman yang memiliki nama ilmiah Monringa oleifera adalah tanaman dari suku Moringaceae. 

Tanaman kelor ini sangat memiliki banyak manfaat lho diantaranya adalah :

  •  Sebagai sumber energi bagi tubuh
  • Melindungi tubuh dari radikal bebas
  • Membantu menurunkan kadar gula darah
  • Membantu meredakan peradangan dalam tubuh
  • Dapat menurunkan kolesterol
  • Membantu memperkuat daya ingat
  • Dapat mengatasi kanker
  • Mencegak anemia
  • Dan lainnya

Banyak bukan manfaat dari daun kelor? Itu juga salah satu faktor kenapa di Indonesia mudah ditemukan pohon kelor. 

Sudah banyak yang memulai untuk memutuskan membudidayakan pohon kelor, selain banyak manfaat tanaman kelor juga mudah untuk di tanaman.

Berikut adalah cara menanam pohon kelor yang sangat mudah 

Cara Menanam Pohon Kelor

Pemilihan Lahan

Pastikan lahan memiliki kondosoyang sesuai denan tanaman kelor, supaya memaximalkan pertumbuhan tanaman kelor

Tentunya langkah pertama adalah mempersiapkan lahan, kondisi tanah yang dibutuhkan oleh pohon kelor adalah lahan yang gembur dan juga subur, jika kondisi lahan kurang kita perhatikan bisa jadi pohon kelor tidak akan tumbuh dengan maximal.

Lahan yang sesuai untuk pohon kelor adalah lahan yang terkena sinar matahari langsung minimal 6-7 jam per hari, lahan dekat dengan sumber air dan juga tanah memiliki banyak unsur hara.

Persiapkan Bibit

slate kelor
kelorina.com

Ada dua cara untuk mendapatkan bibit tanaman kelor, yang pertama menggunakan biji dan yang kedua menggunakan cara stek.

Persian Bibit Menggunakan Biji 

Lakukan penyiraman secara teratur supaya tanaman kelor tumbuh dengan maximal

Kita bahas yang pertama terlebih dahulu yaitu menggunakan biji. Pastikan kamu memilih biji yang sehat, tidak keriput tidak cacat dan juga tidak rusak.

Setelah mendapatkan biji yang sehat rendamkan didalam air hangat lalu biarkan selama 1 malam atau sampai biji terlihat mengembang. 

Kemudian tiriskan biji dari rendaman air dan biji sudah bisa di tanam. Buat media tanam untuk tempat menanam biji kelor sebelum dipindah di lahan.

Campurkan tanah dan juga kompos dengan perbandingan 1:1 lalu masukan kedalam polybag yang berukuran 10 cm, lalu buat lubang sedalam 2cm.

Lakukan penyiraman secara teratur supaya tanaman kelor tumbuh dengan maximal, biji akan mulai berkecambah dihari ke 5-12 setelah penanaman, setelah bibit mencapai tinggi 30 cm tanaman kelor sudah bisa di pindak ketempat yang lebih besar.

Persian Bibit Menggunakan Stek

Kriteria cabang yang cocok untuk dijadikan stek adalah yang memiliki tekstur kayu yang keras dan tidak berwarna hijau muda.

Cara yang ke dua adalah menggunakan cara stek, yang dimaksud dengan stek adalah cara penanaman menggunakan cabang dari jenis tanaman tersebut.

Tanaman yang bisa diambil cabangnya untuk dijadikan stek tentunya tanaman yang sehat dan minimal umur adalah 1 tahun. Kriteria cabang yang cocok untuk dijadikan stek adalah yang memiliki tekstur kayu yang keras dan tidak berwarna hijau muda.

Setelah menemukan cabang sesuai kriteria potong cabang sepanjang 45 cm dengan diameter 5-10 mm, setelah dipotong, keringkan stek selama 3-4 hari sebelum persemaian.

Selanjutnya siapkan polybag ukuran 10 cm lalu isi dengan media tanam seperti tanah dan kompos, lalu tancapkan stek kedalam media tanam. Siram stek sehari sekali secara teratur.

Waktu yang baik untuk menanam pohon kelor dengan menggunakan cara stek adalah ketika musim kemarau sampai awal musim hujan supaya memaximalkan proses pertumbuhan tanaman kelor.

Jika stek sudah mulai tumbuh daun segar dan batang, stek sudah bisa dipindah ketempat yang lebih luas.

Penanaman Bibit

Cara menanam kelor
kelorina.com

Untuk cara penanaman tidak ada bedanya antara menggunakan biji dan stek. Langkah-langkahnya adalah:

  • Patikan tanah gembur dan memiliki banyak unsur hara
  • Buatlah lubang dengan diameter 10-15 cm dengan jarak antar tanaman 15-20 cm
  • Bersihkan lubang dari hama dengan menggunakan Insektisida, bakterisida atau fungisida, utamakan gunakan bahan alami supaya tidak merusak lingkungan sekitar
  • Sebelum menanam lepaskan terlebih dahulu polybag supaya tidak ikut tertanam
  • TImbun kembali lubang menggunakan tanah di sekitar lubang
  • Segera lakukan penyiraman begitu tanaman sudah ditanam

Perawatan Tanaman Kelor

Meskipun tergolong tanaman yang kuat, namun tanamn kelor juga perlu untuk dirawat

  • Penyiraman

Lakukan penyiraman 5-7 hari sekali, lakukan secara teratur, jika sedang musim hujan kamu bisa melakukannya 10 hari sekali.

Pastikan kamu selalu mengontrol kadar air pada tanah, karena jika sampai menggenang akan mengakibatkan pembusukan di bagian kara dan pangkal batang yang akan menjadikan tanaman layu atau bahkan mati.

Dan juga usahakan tanah selalu dalam keadaan yang lebab.

  • Pemupukan 

Lakukan pemupukan susulan dengan jangka waktu 1-3 bulan sekali untuk menjaga unsur hara dan nutrisi yang terapat di tanah.

Pada fase tunas kamu bisa menggunakan pupuk urea, TSP, dan KCL selanjutnya kamu bisa memberi pupuk setelah 3 bulan dengan tambahan pupuk kandang, cara pemberian pupuk untuk tanaman kelor adalah dengan menguburkan pupuk di dekat tanaman dengan kedalaman 50-80 cm dari akar.

Pembasmian Hama

Lakukan pengecekan hama 1-2 bulan sekali, untuk menghindari terserangnya tanaman kelor oleh hama

Sama dengan tanaman lain, tanaman kelor juga memiliki pengganggu dalam produktivitas tanaman.

Jenis hamanya diantaranya adalah:

  • Hama serangga

Serangga yang sering menghinggapi tanaman kelor adalah ulat, belalang, rayap dan juga larva uret, serangga-serangga ini sering menyerang tanaman kelor hingga menghambat pertumbuhan tanaman kelor.

Untuk solusinya bisa menggunakan air rendaman tembakau, jika serangga terlalu kuat kamu bisa menggunakan insektisida kimia.

  • Hama Jamur

Ini adalah hama yang terbilang sulit diatasi, karena hama jamur biasanya menghinggap di akar, maka dari itu kami menyarankan untuk menggunakan fungisida pada lubang sebelum penanaman.

Gejala yang akan ditemukan pada tanaman kelor yang terkena hama jamur adalah tanaman yang terlihat layu dan perlahan batang dan daun akan mengering dan mati.

Selain akar hama jamur juga sering menghinggapi daun, akan timbul bercak-bercak kecoklatan pada daun yang terserang hama jamur.

Untuk solusinya bisa gunakan fungisida alami, jika hama terlalu kuat bisa gunakan fungisida kimia.

  • Hama Bakteri

Jenis hama yang satu ini jarang ditemukan pada tanaman kelor, namun juga tidak menutup kemungkinan hama yang satu ini akan menghinggapi tanaman kelor.

Pentingnya menjaga kadar kelembaban tanah dari genangan air adalah ini. Dampak yang akan timbul adalah pembusukan akar dan juga batang yang akan mengakibatkan kematian pada tanaman kelor.

Sayangnya tanaman kelor akan mudah mati jika terkena hama bakteri, solusinya adalah berikan bakterisida jika sudah muncul gejala dari hama bakteri tersebut.

Selanjutnya, jaga kelembaban tanah supaya tidak menggenang.

Panen Kelor

Panen
pixabay

Daun kelor sudah dapat dipanen ketika udah berumur 6-12 bulan, pemanenan dilakukan dengan cara memetik tangkai daun yang berasal dari cabang.

Daun yang beraa ditengah itu berasa kurang ahit dan lebih lembut dibanding daun dibagian ujung, selain daunnya bunga dan polongnya juga bisa di panen dan memiliki banyak manfaat.

Untuk bunganya jika dipetik dalam kondisi segar bisa dijadikan sebagai teh sedangkan polong yang masih muda bisa diolah menjadi makanan kudapan seperti kacang hijau. Dan polong yang sudah tua bisa dijadikan sebagai benih untuk penanaman daun kelor selanjutnya.

Itu adalah cara menanam pohon kelor, mudah bukan? Semoga artikel ini bisa membantu dan selamat mencoba.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *