Cerita Rakyat Seru Bahasa Indonesia Timun Mas dan Buto Ijo

Cerita Rakyat Seru Bahasa Indonesia Timun Mas dan Buto Ijo

Cerita  Rakyat Timun Mas- Halo Teman-teman semua, kembali lagi nih di salmanafisa.com pada kesempatan hari ini kakak akan membawakan sebuah cerita lagi nih, sambil mengingat kemarin kita sudah membaca cerita rakyat yang berjudul Lutung Kasarung, cerita Telaga Warna dan lainnya.

Pada hari ini kakak akan bercerita tentang Timun Mas dan Buto ijo, pasti sudah tidak sabar yaa? Yuk lanjut bacanya yaa.

Cerita Rakyat Bahasa Indonesia Timun Mas dan Buto Ijo

Cerita Rakyat Seru Bahasa Indonesia Timun Mas dan Buto Ijo

Pada zaman dahulu hiduplah seorang janda tua bernama Mbok Sarni, Mbok Sarna hidup sebatang kara tanpa seorang anak yang dapat menemaninya.

Karena umurnya yang sudah tua, ia merasa terbebani dengan pekerjaannya, dari mulai bercocok tanam, mencari kayu bakar dan juga menjual kayu bakar, ia sangat ingin mempunyai seorang anak yang dapat ia sayangi dan cintai dengan sepenuh hati. “Andai saja aku memiliki anak aku tak aku hidup kesepian dan pasti dia akan membantu pekerjaan ku” Keluh mbok sarni.

Mbok Sarni hanya bisa pasrah dengan keadaan yang tuhan sudah tetapkan terhadapnya.

Mbok Sarni Bertemu Butho Ijo

Mbok sarni bertemu buto ijo

Seperti biasanya, setiap sore mbok sarni pergi kehutan untuk mencari kayu bakar, saat hendak pulang munculah butho ijo, sang raksasa besar yang menyeramkan. Mbok sarni pun kaget melihat Butho ijo menghadang nya.

“Hey wanita tua mana anakmu? Perutku ini sangatlah lapar, sudah lama aku tak memakan anak manusia, cepat berikan anakmu” Kata Butho “Ampun Butho ijo, aku hidup hanya sebatang kara, tak ada yang menemaniku apalagi seorang anak kecil. Sungguh saya tak berbohong, tolong jangan sakiti saya” Kata Mbo sarni gemetar karena ketakutan.

Awal Muncul Timun Mas

Awal uncul timun mas

“Hahahaha, wahai wanita tua aku tak akan menyakitimu, ambil lah ini, tanam dan rawatlah biji mentimun ini dalam dua minggu kau akan mendapatkan seorang anak.” Jelas Butho ijo “Apakah tuan Butho ijo akan memberiku seorang anak? Terimakasih atas kemurahan hati tuan Butho ijo” Kata mbok sarni.

“Tapi ingat, ada syarat yang harus kau penuhi. Kau harus memberikan anak itu setelah berusia 6 tahun, hahahaha” Ancam Butho ijo.

Tanpa berfikir panjang lebar Mbok sarni langsung menyetujui syarat tersebut.

Mbok sarni pulang dengan perasaan yang gembira, penantian selama ini akhirnya akn terkabulkan, memiliki seorang anak adalah impian mbok sarni untuk menghilangkan rasa kesepiannya.

Sesampainya dirumah tanpa basa-basi lagi mbok sarni langsung menanam dan merapat biji timun tersebut hingga tumbuh.

Dua Minggu Kemudian

Timun mas lahir

“Sekarang sudah dua minggu berlalu, seperti yang dikatakan Butho ijo, timun-timun sudah mulai berbuah” Kata mbok sarni sembari berjalan kekebun timunnya, “Astagaaa”.

Diantara buah timun yang sudah berbuah, mbok sarni dikagetkan dengan penampakan salah satu buah timun yang berukuran paling besar, tak hanya itu ternyata buah itu memiliki warna emas yang sangat indah.

Ia sangat penasaran dengan timun itu, lalu dia menggambil dan membawanya kerumah. 

Lahirnya Timun Mas

Timun mas

Mbok sarni membawa timun tersebut ke dapur dan meletakannya di meja, mbok sarni memotong dengan hati-hati. Alangkah terkejutnya ternyata di dalam timun tersebut terdapat seorang bayi yang cantik dan juga lucu.

Perasan yang campur aduk dirasakan oleh mbok sarni, dia sangat senang ternyata keinginannya dapat terkabul, seorang anak yang dapat menemani hari-hari mbo sarni yang sepi.

Mbok sarni pun memberikan nama anak itu Timun mas.

Enam Tahun Kemudian

Kedatangan butho ijo

Tak terasa sudah enam tahun berlalu, timun mas sudah tumbuh menjadi anak yang cantik dan ceria, pahi ini timun mas sedang bermain petak umpet bersama mbok sarni “Timun Mas, kamu sembunyi dimana sih?, Timun mas dimana kamu, Ayo keluar, Timun mas”.

Sedang asyik bermain, tiba-tiba terdengar suara yang sangat kencang, itu adalah langkah kaki butho ijo, butho ijo ingin menagih janji mbok surni.

“Sudah enam tahun berlalu, aku datang untuk menagih janji” Kata butho ijo, “Ampun butho ijo sekarang timun mas belum  bersiap, datang lah besok lusa, saya akan mneyerahkan timun mas” kata mbok sarni sambil gemetar.

Mbok sarni meminta waktu kepada butho ijo hingga esok lusa, setiap hari Mbok Sarni selalu resah dengan janji yang pernah ia buat. Dan dia selalu berfikir bagaimana caranya supaya butho ijo tidak datang lagi untuk menagih janjinya.

Di suatu malam mbok sarni sudah tertidur, dan dia bermimpi ada seorang kakek-kakek yang berbicara padanya. “Jika kamu ingin Timun Mas selamat dari kejaran buto ijo, bawakan 4 benda ini yaitu, terasi, garam, jarum dan timun untuk melawan buto ijo”.

Mimpi ini seperti kenyataan, dan seolah-olah ini adalah petunjuk untuk mbok sarni, anak kesayanganya ini memiliki peluang untuk lolos dari kejaran Buto Ijo.

Hari yang Tak Ditunggu Tiba

Mbok Sarni pu memberikan benda yang diperintahkan oleh kakek tua yang ada di dalam mimpinya. “Nak bawalah ini, jika nanti Buto Ijo datang mengejarmu lemparkan ini dengan bergiliran” Kata Mbok Sarni. “Baik mbok”.

Ketika benda sudah siap, terdengar suara dentuman langkah kaki Buto Ijo, Mbok Sarni langsung memerintahkan Timun Mas untuk lari sejauh mungkin kedalam hutan. Ternyat Buto Ijo sudah tau jika ia dikelabuhi oleh Mbok Sarni, Buto Ijo sangat marah.

“Hey Buto ijo, kamu tak akan bisa menangkapku!” Kata Timun mas dari kejuhan. Buto ijo pun segera lari untuk mengejar Timun Mas.

Perlawanan Timun Mas

Setelh berlari dengan kencang, Timun mas pun melemparkan salah satu senjata yang sudah ia bawa, yaitu Timun, seketika Buto ijo terlilit oleh pohon-pohon timun yang berduri. Tapi ternyata pohon tersebut tak sebanding kuat jeratannya dengan kekuatan Buto Ijo.

Buto ijopun kembali mengejar Timun Mas, tak berhenti disitu Timun Mas pun mengeluarkan benda lainnya yaitu jarum. Jarum-jarum itu berubah menjadi bambu-bambu yang menusuki tubuh Buto Ijo. Namun Buto ijo masi bisa meloloskan diri dari tusukan bambu-bambu itu dan tetap saja mengejar Timun Mas.

Buto ijo masih sanggup untuk mengejar Timun Mas, dan tak henti-hentinya timun mans melemparkan benda selanjutnya yaitu garam, garam itu berubah menjadi lautan yang menenggelamkan Buto Ijo.

Belum sempat menyelamatkan diri, Timun mas melemparkan terasi dan menjadikan lautan itu lumpur panas yang dapat mematikan Buto ijo. Buto ijo tak sanggup menahan panasnya lumpur dan akhirnya Buto ijo pun tenggelam untuk selama-lamanya.

Akhir Cerita

Mbok Sarni pun senang buto ijo sudah menghilang dengan selama-lamanya. “Mbok, aku bisa mengalahkan Buto Ijo, aku selamat Mbok” Teriak Timun MAs sembari berlari ke arah Mbok Sarni.

Anak yang ia sayangipun tidak akn diambil dan diganggu oleh Buto Ijo. Akhirnya Mereka pun hidup dengan bahagia selamanya.

Unsur Intrinstik 

1. Latar:

 a. Waktu: Pada Zaman Dahulu, Siang, Sore

 b. Tempat: Sebuah Desa

 c. Suasana: Tegang, Senang, Sedih

2. Alur : Maju

3. Tema: Perjanjian

4. Tokoh dan Watak: 

 Timun Mas: Anak yang berbakti pada orang tua

 Mbok Tumi: Baik hati

 Buto Ijo: Kejam, dan jahat

5. Amanat

Kita sebagai manusia harus memiliki watak yang baik dan juga tetap berusaha, karena tanpa keduanya hidup kita kan sia-sia. Tetap selalu berusaha meski nampak awal sia-sia, tapi siapa sangka jika semua berakhir bahagia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *