Mungkin kamu dan aku sama 

Hallo teman- teman kali ini aku akan menceritakan tentang pengalaman ku yang cukup bisa jadi pelajaran, dan dari sini aku baru sadar ternyata selama ini aku salah mengartikan apa yang di mau allah untuk hamba nya.

 

9 Juli 2019

Mungkin untuk beberapa orang paham ada kejadian pada tanggal ini, ya pada tanggal ini adalah  pengumuman SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri). Ya pada pukul 15.00 adalah puncak dari rasa penasaran ku untuk mengetahui hasil dari usaha ku selama ini belajar.

 

Sebelum hari itu tiba, Aku dan teman teman ku sudah saling mengingatkan untuk selalu berlapang dada dengan hasil yang akan kita dapat kan, dan kita sepakat akan hal itu.

 

“PLAAK” Itu yang kurasakan ketika melihat pengumuman SBMPTN, hancur,kecewa,dan semuanya campur aduk jadi satu.Tanganku gemetar melihat layar handphone,“JANGAN PUTUS ASA DAN TETAP SEMANGAT” faham kan ? ya aku tertolak untuk menjadi mahasiswa lewat jalur SBMPTN.

 

Pada SBMPTN aku mencantumkan UNIVERSITAS BRAWIJAYA dipilihan pertama dan kedua Universitas Brawijaya “Agribisnis” dan “Agribisnis Perikanan”, kenapa Universitas Brawijaya? karena ibu ku yang menyarankan untuk mengambil universitas di malang, supaya tidak jauh dari rumah dan menghemat biaya hidup,sesimpel itu.

 

10 Juli 2019 

 

Ini adalah hari terakhir pendaftaran Ujian Mandiri Universitas Brawijaya, aku gak tau seberapa aku cinta ke universitas brawijaya, sampai wallpaper handphone lambang Universitas Brawijaya, sampai background chat wattshap Universitas Brawijaya, meja di tempeli logo Universitas Brawijaya, setiap orang tanya “mau kuliah dimana ?” aku jawab “ Universitas Brawijaya insya allah” huufftt..

 

Dan di hari ini juga ibu ku tidak mengizinkan untuk mengikuti tes Ujian Mandiri, jelas,kecewa,sedih rasa nya tidak bisa memperjuangkan cita-cita ingin menjadi mahasiswa Universitas Brawijaya.  

 

Setelah kupikir-pikir dan mencoba untuk menenangkan diri, aku ikhlas untuk mengikuti apa kata ibu ku “ gak papa fis,ikhlas ikhlas “ kata kata yang tidak pernah berhenti di pikiran ku.

11 Juli 2019

“Dek kamu gak mau daftar ujian mandiri?” kata ibu ku tiba-tiba, aku langsung buka website Universitas Brawijaya berharap pendaftaran masih di buka ,dan hasil nya nihil 

pupus harapan kuliah di Universitas Brawijaya :’( paham kan ya rasanya?.Sampai aku kecewa sama allah karena gk ngabulin keinginan ku,karena aku sudah merasa usaha semampuku  🙁 Berdosa emng aku ni.

 

Dan di hari itu aku sibuk mencari informasi universitas mana yang masi membuka pendaftaran untuk ujian mandiri, dan pilihan ku Universitas 11 Maret (UNS), Universitas Negri Malang (UM), Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN). Dengan harapan yang sama, semoga tahun ini aku bisa kuliah.

 

Hari kesekian (1)

Satu per satu pengumuman pun diberitakan dari Universitas Negri Malang (UM),Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN),Universitas 11 Maret (UNS) dan semua hasil nya adalah “NIHIL” Semua tidak ada hasil,NIHIL tapi entah kenapa aku tidak merasa sesakit hari di tolak Universitas Brawijaya kenapa ya? :v

 

Dan diiringi dengan pengumuman teman teman ku yang alhamdulillah di beri rejeki untuk menjadi mahasiswa di universitas yang mereka inginkan,berkecil hati? jelas, iri? jelas,Sedih? apa lagi. campur aduk pokok nya lahh.

 

Hari Kesekian (2)

Sebelum mendaftar Ujian Mandiri aku mendaftar Pondok bisnis “SINTESA” ya yang sekarang ku tempati ini, kayanya kalau gak di sintesa aku gk akan nulis ini :v, dan ibu ku sangat sangat sangat ingin aku menjadi salah satu santri di sintesa, mungkin karena ridho dari orang tua ya.Dari situ aku mulai perlahan memahami kode kode allah “Ridho allah, Ridho orangtua”.

 

5 Agustus 2019

Pada tanggal ini adalah hari dimana pengumuman Pondok bisnis “SINTESA” dan untuk yang kali ini alhamdulillah membuahkan hasil yang diingin kan orangtua, aku sah menjadi santri pondok sintesa, ada rasa seneng akhirnya ada sekolah yang mau nerima aku :v, disisi lain aku sedih karena tidak bisa mewujudkan untuk menjadi sarjana pada tahun ini 🙁

 

15 Agustus 2019

Hari awal untuk memulai langkah baru tanpa almamater, cukup berat, walau pun ini bukan pertama kali untuk mondok tapi.. “gak papa fis diniati birrul walidain” pikirku dihari itu, huufftt “Dek ibu cuma mau anak ibu bisa lebih deket sama allah,itu aja ” kata ibu ku, auto merinding, pengen nangis, “Dan ternyata ini to yang di mau sama ibu ku” , dan dari hari itu aku sadar apa dan kenapa ibu ku ingin aku menjadi salah satu santri sintesa :).

 

Dan ternyata

Nah disini aku mulai bisa lebih faham apa yang allah mau,dan apa yang orangtua ku mau,dan tanpa aku sadari aku dipertemukan dengan orang orang hebat,orang orang yang lebih banyak pengalaman, orang orang yang tanpa sungkan menegur jika ada salah,dan itu sangat di luar ekspetasi ku,dan benar ternyata “Allah lebih tau apa yang kamu butuhkan apa yang kita ingin kan” dan rencana allah jauh lebih baik dari pada rencana kita :), kita boleh berekspetasi sesuka kita, tapi ingat ada allah yang merencanakan ekspetasi itu akan terwujud atau tidak. 

 

Gak berhenti dari situ aja, dan ternyata banyak temanku yang mengambil cuti untuk menjadi santri sintesa, dan kalian tau apa alasan nya? “Karena aku ingin mempersiapkan amalan ku untuk akhirat, masalah dunia mah gampang :)” sesimpel itu mereka berfikiran untuk menjadi santri.

 

Sedangkan aku harus nangis nangis dulu dan baru mau mondok, itu pun gk sadar kode kode allah “ini lho yang di mau allah” sama sekali gk ada gambaran berfikiran kaya gitu astagfitullah.

 

Awal memang berat untuk menerima takdir yang menurut ku tidak adil, tapi sekarang hanya ada 2 pilihan, mau menjadi orang gagal dan terpuruk atau menjadi orang gagal yang mencoba jalan lain?.

 

Dan aku baru faham bahwa aku selama ini salah menafsirkan sesuatu tentang kehidupan, aku hanya hidup di atas gengsi,diatas pujian orang orang, terlihat sangat menyenangkan jika kita hidup di atas gengsi dan pujian orang, tapi itu sesuatu pikiran yang SANGAT SALAH, jika kita selalu terpatok dengan 2 keadaan tersebut, akan jauh dari kita suatu kebahagian :).

 

“Aku mau masuk kuliah PTN biar di puji sama orang,aku mau masuk jurusan yang bergengsi biar gk malu sama temen temen” sampai kapan kita mau berfikiran hidup hanya tentang gengsi dan pujian? gak akan ada habis nya.

 

Allah merencanakan kesukses tidak hanya dengan 1 jalan, banyak jalan yang allah sediakan tapi kita yang gk faham apa maksud allah,apa yang allah mau, inget guys kita ni milik allah, jadi apa yang kita punya ya suatu saat akan di ambil 🙂

 

Untuk kalian yang mungkin punya pengalaman sama seperti ku, inget kita bukan manusia gagal tanpa kuliah, kita memang bukan manusia yang dipercaya allah untuk menjadi seorang mahasiswa saat ini,mungkin suatu saat nanti.

 

Untuk teman teman ku yang sudah mendapatkan keinginan nya untuk bisa berkuliah,TETAP SEMANGAT kalian termasuk orang orang yang di percaya allah untuk menjadi mahasiswa dan bisa berdiri tegak dengan nama almamater yang kalian ingin kan dan jangan lupa jadi lah seseorang yang lebih bermanfaat dari yang bermanfaat. 

 

Jangan pernah mengeluh dengan merasa salah jurusan, kuliah gak di PTN,dapet jurusan yang ecek ecek atau yang lain nya “Allah gak akan pernah memberikan suatu ujian di atas kadar kemampuan hamba nya” dan yakin allah pasti punya rencana baik untuk kita semua 🙂

 

Rejeki orang beda beda, tinggal kita mau memaximalkan atau tidak rejeki kita itu 🙂

semua bakal ada masa nya ada sedih ada bahagia, allah gk akan setega itu ngasi kesedihan yang tidak diiringi kebahagian, allah tu cuma pengen satu “Hamba nya dekat dengan-Nya” itu aja.

 

Sekarang, perbaiki niat dan perbaiki pikiran kita, kita sama sama belajar dari ke gagalan,kesalahan,dan ketekedoran.Tinggal kita mau move atau dari kesalahan kita itu 🙂

 

Pondok Bisnis Sintesa adalah pilihan ku untuk menjadikan diriku menjadi pribadi yang baik, kalo kamu? 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *