Kenali Karakteristik Kopi Lewat Beberapa Cara Ini!

Kenali Karakteristik Kopi Lewat Beberapa Cara Ini!

Karakteristik kopi- Untuk menentukan kenikmatan kopi, tentunya kita harus tau karakter dari kopi tersebut, ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi karakter kopi, diantaranya adalah lingkungan di dekat tanaman.

Dan uniknya di Indonesia sendiri memiliki beragam karakter kopi, karena “setiap beda daerah beda rasa” bisa dibilang seperti itu.

Dan rasa dari kopi juga bisa berubah jika melalui proses pemanggangan yang salah, memang kopi dikenal sebagai tanaman yang sensitif terhadap lingkungan sekitarnya.

Mengenal Kopi Arabika 

gambar kopi arabika
detik.com

Di Indonesia banyak wilayah yang memproduksi kopi Arabika serta kopi tipe ini dibuat di segala dunia mencapai 70 persen dari segala tipe kopi. Kopi Arabika mempunyai mutu superior sebab idealnya berkembang pada ketinggian di atas 1000 m di atas permukaan laut.

Sebaliknya di dasar ketinggian 1000 m, Arabika tidak dapat berkembang dengan baik. Indonesia diuntungkan dengan banyaknya dataran besar serta terletak di wilayah tropis, sehingga kopi Arabika bisa berkembang di atas tanah gunung berapi yang produktif.

Mengenal Kopi Robusta

gambar  robusta
tamantropis.com

Ada pula kopi Robusta yang berkembang di dasar ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Tetapi cita rasa kopi Robusta tidak dapat menandingi Arabica. Kandungan kafeinnya juga lebih besar. Bila Arabica memiliki 1% kafein, hingga Robusta memiliki 2% kafein buat tiap berat yang sama.

Indonesia mempunyai bermacam tipe kopi Arabika serta Robusta, misalnya kopi Arabica Sumatra Lintong, Mandailing, Aceh Gayo, kopi Luwak, Toraja, sampai Arabica Java.

Secara universal mutu kopi dari sesuatu daerah memanglah mirip, serta tidak jauh berbeda apabila dibanding dengan biji dari daerah lain. Hendak namun kala biji kopi terbakar serta menghasilkan aromanya, barulah terasa perbandingan serta bukti diri biji kopi bersumber pada wilayahnya.

Sehingga rasa kopinya juga hendak berbeda cocok dengan ciri wilayah asalnya. Serta mayoritas kopi di Indonesia mempunyai aroma tanah yang baru tersiram air hujan, namun terdapat pula yang harum herbal ataupun jamu.

Perbandingan kepribadian kopi tersebut membuktikan kopi bagaikan produk yang sangat sensitif terhadap area tempat tumbuhnya. Apa saja yang ditanam di dekat tanaman kopi dapat pengaruhi aromanya.

Mutu biji kopi juga memastikan rasa sajian kopi yang dihasilkan. Berikut ini 3 kepribadian yang ada dalam biji kopi serta jadi penentu kualitasnya untuk menentukan karakter kopi :

3 Kepribadian Biji Kopi

mengenal karakter kopi
sadacoffee.com

1. Keasaman

Penentu pertama karakter kopi dan kualitas kopi adalah keasaman atau pun acidity merupakan kepribadian kopi yang membagikan sensasi rasa di bagian tepi lidah. Biji kopi yang baik di tetapkan dari tingkatan keasamannya, tetapi dalam tingkatan yang rendah.

Keasaman yang sangat besar malah hendak membuat sajian kopi yang dihasilkan sangat asam serta jadi tidak terasa nikmat. Tingkatan keasaman kopi tersebut di tetapkan oleh sebagian aspek, antara lain tempat berkembang serta pengolahan kopi.

Apabila kopi berkembang di dataran besar hendak membuat biji kopi kaya hendak mineral gunung berapi serta membuat tingkatan keasamannya besar. Sebaliknya dari pengolahan biji kopi, kopi yang diolah secara basah mempunyai tingkatan keasaman lebih besar secara signifikan daripada yang diolah secara kering.

Tingkatan keasaman kopi pula hendak bergantung pada tingginya temperatur pemanggangan, tipe pemanggang, serta tata cara pemasakan.

2. Body

Penentu kedua karakter kopi dan kualitas kopi adalah body kopi. Metode memastikan body pada kopi dengan membiarkan kopi senantiasa terletak di lidah serta menggosokkannya ke langit- langit mulut.

Rasa mantab yang ditimbulkan merupakan yang diucap body serta berkisar dari yang ringan sampai berat. Body kopi dipengaruhi oleh pemanggangan kopi.

Kopi yang dipanggang secara medium serta pekat hendak mempunyai body yang lebih berat dibandingkan dengan kopi yang dipanggang ringan.

3. Aroma

Penentu ketiga karakter kopi dan kualitas kopi adalah aroma. Dikala kamu menikmati kopi, hingga kalian hendak menyadari kalau aroma kopi ialah kepribadian yang terutama buat spesifitas kopi. Tiap tipe kopi mempunyai atribut yang bisa menstimulasi indera penciuman, tidak terkecuali kopi praktis.

Hendak namun kopi praktis telah tidak lagi mempunyai senyawa volatil yang menimbulkan penyusutan dramatis sensasi rasa totalitas.

Aroma kopi yang diterima oleh indera kita terjalin lewat 2 mekanisme, ialah langsung dipersepsi oleh hidung kala kita mencium aromanya saat sebelum kita meminum kopi serta secara retronasal.

Mekanisme kedua terjalin apabila kopi sudah terletak di mulut ataupun sudah ditelan serta senyawa volatil yang ada pada kopi menguap ke atas merambah saluran nasal.

Mengerti kah kalian kalau jumlah senyawa volatil yang ditemui di kopi terus menjadi bertambah tiap tahun?

Bila dikala ini jumlah senyawa volatil pada kopi menembus angka 800, bukan tidak bisa jadi bila di tahun-tahun mendatang jumlah ini hendak bertambah terus. Wow, gimana dapat?

Perihal ini bersamaan dengan bertambahnya waktu, hingga tata cara analisis senyawa volatil terus menjadi akurat serta sensitif. Oleh sebab itu, dengan tata cara yang dibesarkan dikala ini, terdapat mungkin masih terdapat senyawa yang belum teridentifikasi serta bisa jadi telah menguap pada dikala diekstrak.

Aspek Penentu Cita Rasa dari Kopi

Penentu karakter
coffeebeans.com

Pertama 

Yang awal pasti saja varietas kopi. Sampai dikala ini, ada paling tidak 140 spesies tumbuhan kopi. Baik itu dari galur murni (garis generasi langsung) atau pun spesies hibrida  (persilangan antar spesies).

Kopi Arabika merupakan tipe kopi yang memiliki spesies turunan sangat banyak dibandingkan kopi Robusta ataupun Liberika. Tiap varietas memiliki ciri cita rasa yang berbeda.

Kedua 

Aspek kedua yang dinilai sangat dominan dalam perbandingan citarasa kopi merupakan terroir tumbuhan kopi. Sebutan terroir sesungguhnya berlaku untuk menjelaskan  kompleksitas rasa dari minuman anggur/ wine.

Bersumber pada etimologinya, sebutan ini berasal dari ungkapan bahasa Prancis “gout de terroir”. Secara harfiah ungkapan ini berarti,” rasa bumi/ rasa tanah” serta digunakan pada jaman dahulu buat menyebut minuman anggur lokal pedesaan yang terasa” bersahaja”. Perkataan ini bermakna menghina buat minuman anggur yang terasa hambar apalagi getir.

Sebutan terroir secara konsep merupakan uraian yang utuh terhadap segala aspek alam yang terdapat di posisi penanaman semacam isi serta struktur tanah, wujud serta kemiringan tanah, hawa di tempat tersebut, cuaca serta cahaya matahari, ketinggian tanah, curah hujan serta aspek angin.

Semacam pula anggur, kopi merupakan tumbuhan yang bawa karakteristik khas dari tempatnya berasal. Pasti saja elemen spesial dari terroir yang bertanggung jawab atas akibat pada rasa kopi sangat banyak serta rumit, namun sebagian aspek terroir yang berarti berkisar pada ketinggian perkebunan, Hawa, tipe tanah, mikro- bioma tanah, serta topografi dari tempat penanaman.

Ketiga 

Aspek lain yang pula turut pengaruhi perbandingan ciri citarasa kopi merupakan aplikasi pertanian serta proses penindakan pasca panen. Semacam halnya buah- buahan yang lain, kopi yang baik berasal dari buah kopi (ceri kopi) yang dipetik pada waktu matang yang maksimal.

Perkaranya, waktu matang buah kopi kadangkala tidak seragam, walaupun itu dari satu tumbuhan yang sama. Sebab itu, buat hasil terbaik buah kopi dipetik tangan oleh mereka yang telah terlatih buat mencermati tingkatan kematangan buah yang lagi dipanen.

Sehabis itu, ceri kopi hendak menempuh proses penindakan pasca panen. Proses ini meliputi penyortiran, pengupasan, fermentasi sampai pengeringan. Tiap- tiap petani kopi mempunyai metode penindakan pasca panen yang berbeda.

Perbandingan pengolahan pasca panen ini terletak pada proses fermentasi buah kopi, yang umumnya terdapat 3 berbagai, ialah fermentasi ringan (proses basah/ washed process), fermentasi medium( semi washed) serta fermentasi besar (dry process). Metode proses fermentasi ini setelah itu hadapi pertumbuhan sampai setelah itu diketahui pula sebutan honey process serta wine process.

Metode Menguji Cita rasa Kopi

Menguji rasa kopi
ottencoffee.com

Buat memperhitungkan ciri citarasa kopi diperlukan kemampuan spesial. Dalam dunia kopi specialty, evaluasi kualitas ataupun uji cita rasa terhadap biji kopi saat sebelum diperdagangkan memiliki peranan yang berarti. Proses pengujian ini diucap grading/ cupping.

Para penguji (coffee grader) awal mulanya hendak memperhitungkan mutu kopi bersumber pada penampilan biji kopi mentah. Sehabis itu, diambil sampel buat disangrai/ roasting, digiling/ grinder, serta setelah itu diseduh.

Sehabis sebagian menit, coffee grader hendak mencicipi aroma serta cita rasa kopi tersebut. Ini diucap tata cara cupping. Para cupper( pencicip) yang handal dapat membedakan citarasa dari bermacam tipe kopi sampai proses pengolahan yang dicoba.

Hasil akhir dari evaluasi cupping inilah yang jadi salah satu aspek penentu harga kopi.

Salah satu perlengkapan bantu buat memperhitungkan ciri cita rasa kopi merupakan Coffee Tasters Flavour Wheels yang dibesarkan oleh Specialty Coffee Association of America serta World Coffee Research.

Perlengkapan bantu ini mewakili cerminan kaleidoskopik yang komprehensif tentang rasa kopi yang memiliki atribut pada

kontinum cita rasa antara selera dasar (hal- hal yang cuma dialami oleh lidah) sampai aromatik murni (hal- hal yang cuma bisa tercium).

Peta Cita Rasa Kopi Indonesia

Peta cita rasa
kompasiana.com

Sebagian waktu kemudian, 2 orang coffee grader dari Rumah Kopi Ranin membuat peta cita rasa kopi Indonesia. Uji Saptono yang mempunyai sertifikat tester internasional kopi robusta (R- Grader) serta Tejo Pramono, keduanya co- founder Rumah Kopi Ranin berupaya buat memetakan macam cita rasa kopi Indonesia.

Bagi Tejo Pramono,” Peta Cita rasa serta Aroma Kopi Indonesia yang kami susun jadi suatu jendela kecil buat memandang serta menguasai kekayaan cita rasa serta aroma kopi Indonesia.

Sepanjang ini orang hanya dapat bilang kopi rasanya getir. Sementara itu kopi sehabis hadapi proses pengolahan yang baik saat ini telah tidak getir lagi. Malah banyak citarasa dan karakter kopi mengasyikkan yang timbul.”

Uji cita rasa yang mereka jalani bersumber pada protokol cupping yang universal dicoba para grader. Terdapat 25 tipe kopi yang mereka uji cita rasanya, yang berasal dari perkebunan kopi di bermacam wilayah di Indonesia. Berikut hasil uji cita rasa aneka macam kopi di Indonesia tersebut:

Hasil Uji Cita Rasa Aneka Macam Kopi Indonesia 

  • Arabika Gayo: daun teh gelap, daun salam, bunga melati, legit, serta pisang.
  • Arabika Lintong: sereh, daun sirih, markisa, terong Belanda, kayu manis, coklat
  • Arabika Mandailing: coklat, kemanisan gula kelapa, kayu manis, tembakau, delima
  • Arabika Bengkulu: gula kelapa, semangka, kayu manis
  • Robusta Bengkulu Kepahiang: manis, kepahitan rendah, manis gula merah, tembakau, cengkih
  • Arabika Solok: gurih, kemanisan legit, kayu manis
  • Robusta Masurai Jambi: tektur tebal, getir getir
  • Liberika Jambi: nangka, tekstur tebal, daun jeruk, pisang
  • Robusta Lampung: jagung bakar, gula bakar, kepahitan pekat
  • Arabika Bogor Cibulao: teh hijau, daun rasamala, coklat serta pala
  • Robusta Cibulao: coklat, manis gula kelapa, teh hitam
  • Arabika Java Preanger: ubi bakar, madu, asam jawa, pandan, pisang
  • Robusta Karawang: tektur sangat tebal, kepahitan besar, agak getir
  • Robusta Temanggung: gula bakar, kacang sangrai, tekstur tebal
  • Arabika Wonosobo: manis jeruk keprok, tembakau
  • Arabika Dieng: daun salam, gula merah, pandan, asam Jawa
  • Arabika Ijen: manis gula merah, cengkeh, teh gelap, aroma melati
  • Arabika Argopuro Situbondo: pisang, gula merah, lembut
  • Arabika Kintamani: asam belimbing, kemanisan gula tebu, buah jeruk
  • Arabika Flores: coklat, jagung manis, ketumbar, jeruk, kapulaga
  • Arabika Enrekang Toraja: coklat, kayu manis, nanas
  • Arabika Mamasa Sulawesi Barat: rempah manis, buah pala, asam jawa serta jeruk
  • Arabika Napu– Sulawesi Tengah: aroma nangka, aman, manis gula merah, vanili
  • Arabika Wamena Papua: aroma dedaunan, jeruk keprok, daun salam serta kelengkeng
  • Liberika Pangkalan Bun Kalimantan: tekstur tebal, nangka matang, kepahitan tinggi

Sebab ciri cita rasa tiap kopi berbeda, pada tiap kemasan biji kopi yang diperdagangkan secara retail umumnya disertakan penjelasan asal wilayah tempat kopi itu dipanen, ketinggian, proses fermentasi, proses penyangraian sampai wujud kopi yang dijual. 

Misalnya, Kopi Arabika Aceh Gayo, 1100 mdpl, honey process, medium roasting, beans. Penjelasan tersebut berarti Kopi Arabika Aceh Gayo dari perkebunan di ketinggian 1100 mdpl, diolah dengan fermentasi honey process, disangrai medium serta dijual dalam wujud biji kopi siap giling.

Sekarang udah tau kan cara mengenali karakter kopi? Semoga artikel ini membantu dan selamat mencoba.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *