99+ Rahasia Budidaya Timun Berbuah Lebat

Budidaya Timun Berbuah Lebat Kamu Harus Tau Inilah Rahasianya

Budidaya Timun – Timun adalah tanaman yang memiliki banyak khasiat dan juga jenis tanaman yang mudah untuk beradaptasi dengan berbagai macam iklim. Maka tak jarang para petani memilih timun untuk dijadikan budidaya.

Tanaman yang memiliki nama latin Curcumis sativus. L ini adalah salah satu jenis tanaman labu-labuan, maka dari itu biji dari buah timun hampir mirip dengan labu. 

Timun biasanya dijadikan sebagai sayuran yang dikonsumsi, selain itu timun juga memiliki kandungan air yang tinggi jadi bisa digunakan sebagai penyegar dan juga bahan baku industri farmasi dan juga konsmetik. 

Maka dari itu banyak petani yang membudidayakan timun, selain itu juga ternayat timun juga bisa dikatakan memiliki peluang bisnis yang sangat tinggi.

Minat untuk budidaya timun? Lanjut baca yaa.

Biasanya untuk budidaya timun dipilih lingkungan dengan suhu 21-27 celcius, karena pada suhu itu titik kondisi iklim keringlah yang cocok dengan tanaman timun. Dan untuk ketinggian tanah yang dibutuhkan tanaan timun kira-kira 1100-1300 meter dari permukaan laut.

Budidaya timun akan lebih maxial ketika tanah yang digunakan memiliki banyak unsur hara dan juga tekstur tanah yang memiliki kadar liat yang rendah kira-kira pH 6-7.

Step by Step Budidaya Timun

budidaya timun
pixabay.com

Persiapkan lahan 

budidaya timun

Untuk step yang pertama kamu harus menyiapkan lahan untuk menanam timun, gemurkan tanah yang akan dijadikan lahan dengan cara dicangkul atau dibajak.

Lalu buatlah bedengan dengan ukuran 1×5 meter dengan tinggi 30cm dan jarak antara bedengan 50 cm. Setelah bedengan sudah jadi, pasang plastik mulsa untuk menjaga kelembaban tanah ketika musim kemarau dan juga mengurangi pertumbuhan gulma atau rumput liar lainnya.

Selanjutnya buatlah lubang untuk temapat menanam tananaman timun dengan kedalaman 20cm dan jarak perlubang kira-kira 50×60 cm. Setelah membuat lubang jangan lupa masukan pupuk kandang atau pupuk kompos satu minggu sebelum penanaman bibit tanaman timun.

Penyemaian benih tanaman timun

Untuk budidaya timun biasanya menggunkaan biji, cara mendapatkan biji yang berkualitas adalah menyeleksinya, dengan indikator berikut, biji yang berkualitas adalah datang dari buah yang memiliki pangkal yang kecil tetapi buahnya yang besar. 

Setleh kamu menentukan buah mana yang akan kamu gunakan, biarkan buah itu matang dipohon, ketika buah sudah terlihat hampir membusuk, petik buah dan diamkan satu malam

Setelah didiamkan selama satu malam, ambil biji tanaman timun tersebut dengan cara dikerok lalu masukan dalam wadah bersih dan diamkan selama 1 malam.

Lalu ayak biji timun menggunakan air yang mengalir hingga selaput pada biji timun hilang. Kelupaslah selaput pada biji timun dan campurkan dengan abu pada benih. PAda waktu pengayaan lakukan juga pensortiran, pastikan kamu memilih biji timun yang tenggelam dan tidak terbawa air hanyut. 

Setelah mendapatkan biji yang berkualitas, jemur biji timun selama 2 hari setelah kering masukan biji pada botol kaca yang bersih. Simpan biji tersebut selama 1-2 bulan sebelum penanaman. 

Sehari sebelum penanaman, rendamlah benih didalam air hangat selama 3-5 jam. Kemudian letakan di kain basah dan juga lembab, Setelah 15-24 jam akan muncul tunas  dari biji tersebut, dari situ benih sudah siap untuk ditananam.

Setelah itu siapkan polybag untuk menjadi media tanaman sebelum ditanaman dilahan yang luas. Isi dari polybag tersebut adalah sampuran dari tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan takaran 1:1.

Tunggu hingga benih mulai tumbuh dan bertunas, kira-kira hingga munul dua helai daun, lalu pindahkan ke media tanam yang lebih luas

Penanaman

budidaya timun
id.insterne.com

Tanam biji yang sudah memiliki tunas, masukan satu benih dalam satu lubang pastikan kamu sudah melepas polybag sebelum menanamnya. Kemudian tutup menggunakan tanah. Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari. Tunggu hingga 2-4 hari, benih akan mulai tumbuh dan bertunas lebih tinggi.

Perawatan Budidaya Timun

Pemangkasan Tunas

pemangkasan tunas
pixabay.com

Untuk mendapatkan hasil yang lebat, kamu bisa melakukan pemangkasan tunas pada tanaman, dan hanya menyisakan 3-4 tunas saja yang nantinya akan menghasilkan buah.

Mengapa harus di pangkas? Karena semakin banyak tunas yang dipelihara maka akan semakin lama menghasilkan buah yang lebat, sekalipun menghasilkan buah, buah tersebut tidak akan maximal.

Kamu bisa memulai pemangkasan pada tanaman yang sudah memasuki umur 1-1,5 bulan setelah tanam saat sebelum berbunga.

  • Pemupukan

Setelah tanaman memiliki usia 2 minggu setelah tanam kamu bisa memberikan pupuk cair. Pupuk cair terbuat dari kotoran kambing yang sudah matang lalu campur dengan air. 

Komposisi dari puuk cair trsebut adalah kotoran kambing sebanyak 1 kilogram dan dicampur dengan 1 liter air. Setelah itu diamkan selama satu minggu. 

Dan siramkan pupuk pada lubang tanaman.

  • Pasang Lenjer

Untuk mendapatkan buah dengan hasil yang maximal, kamu bisa memasang lenjer, lenjer adalah bilah bambu yang dipasang lurus dengan tujuan menjadi tempat lilitan tanaman timun.

Pasang satu kenjer di setiap lubang tanaman lalu ikat setiap 4-k lenjer bambu pada atasnya.

  • Penyulaman

Pada usia 3-4 minggu setelah tanam, pastikan kamu mengontrol tanaman timun, jika kamu menemukan tanaman yang layu atau gagal tumbuh segeralah melakukan penyulaman menggunkan benih baru.

  • Penyiangan

Pastikan kamu juga memperhatikan disekitar tanaman, jika kamu menemukan gulma atau tanaman rumput luar maka segeralah mencabut dan membuang ditempat yang jauh dari lahan.

Kenapa dicabut? Karena gulma dan rumput liar bisa mengambil nutrisi yang ada di tanah, jadi itu akan memperlambat pertumbuhan dari tananaman timun.

  • Penyiraman 

Pada tanaman timun kamu bisa menyiram setiap minggu 2 kali, dan berikan air secukupnya dirasa tanah sudah basah.

Pastikan lahan tidak pernah kering jadi pastikan juga tanah selalu dalam kondisi lembab.

Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit
kampustani.com

Layaknya tanaman pada umumnya, tanaman timun juga memiliki pengganggu, seperti cacantal atau oteng-oteng, hama ini mneyerang daun dan juga bisa mematikan tanaman timun.

Selain itu ada juga ulat tanah, ulat tanah biasanya meyerang bagian batang yang menjadi pangkal dari daun atau buah. 

Untuk menghindari kedua hama tersebut kamu bisa menggunkan biopestisida. 

Selanjutnya adalah penyakit, biasanya adalah busuk daun, tepung putih, antraknosa,bercak daun dan busuk buah. Untuk menghindari penyakit ini kamu bisa menggunakan dengan cara kultur teknis pembuangan bagian yang terkena penyakit atau rotasi tanaman.

Panen

panen timun
medanbisnisdaily.com

Tanaman timun mulai berbunga pada usia 20 hari dan berbuah setelah 40 hari.

Untuk panen pertama biasanya jatuh pada tanaman timun jika sudah mencapai 70-75 hari setelah tanamam, Lakukan pemanenan setiap hari karena perkembangan dari buah timun bisa dikatakan termasuk cepat dibanding tanaman lainya.

Ada dua macam timun yang digemari dipasaran, yang pertama adalah timun acar dan yang kedua adalah timun besar.

Untuk timun acar memiliki ciri-ciri berbentuk lurus, segar dan memiliki ukuran 10-15 cm, sedangkan untuk timun besar memiliki ukuran 15-20 cm.

Ciri-ciri timun yang sudah siap panen adalah memiliki warna hijau segar, pastikan kamu segera memanen sebelu, timun berubah warna menjadi pucat.

Jika kamu menemukan timun yang berwarna kuning maka segera dibuang dan jangan dikonsumsi karena memiliki rasa yang pahit.

Setelah dipanen pastikan kamu meletakan timun ditempat yang lembab supaya tidak kehilangan air dan menjadi keriput.

Untuk memanen timun kamu bisa mencabut atau menggunakan gunting atau pisau, pastikan lakukan denga hati-hati karena jika tidak kamu bisa merusak tanaman tersebut.

Itu adalah cara budidaya timun untuk para pemula dan yang pastinya berbuah lebat. Semoga artikel ini bisa membantu dan bermanfaat. Selamat mencoba.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *