Sejarah V60 Alat Kopi Terpopuler Dikalangan Para Pecinta Kopi!

Sejarah V60 Alat Kopi Terpopuler Dikalangan Para Pecinta Kopi!

Sejarah Singkat V60 Alat Kopi Terpopuler- Ada sangat banyak dripper atau  alat penyeduh kopi, dan di masing-masing alat memiliki kelebihannya sendiri.

Metode pour over adalah salah satu metode seduh kopi yang paling populer diantara metode yang lain, dan banyak yang berpendapat bahwa pour over paling terkenal adalah V60.

Sebelumnya kita sudah membahas tentang Apa saja alat-alat kopi. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang sejarah dan juga perkembangan dari salah satu alat seduh terpopuler yaitu V60.

Sudah banyak pecinta kopi yang membuktikan bahwa kamu dapat menikmati segelas kopi dengan rasa yang sempurna menggunakan alat yang satu ini.

V60 adalah salah satu alat yang termasuk dalam kategori pour over. Sekilas tampilan dari alat seduh kopi ini menyerupai cangkir, dan dari situlah orang banyak yang penasaran dengan alat kopi ini.

Sejarah V60

Sejarah v60
twitter.com

Berawal dari seorang ibu yang menginginkan seduhan kopi tanpa ampas untuk setiap harinya. Dia adalah Melitta Bentz wanita yang lahir di Jerman pada tahun 1960an.

Melitta menemukan ide untuk membuat kopi terasa lebih enak, yaitu menggunakan kertas buku catatan sekolah anaknya, kemudian ide itu berkembang hingga pada akhirnya ia dan suaminya mendirikan sebuah coffee yang menawarkan metode coffee filter dan juga dripper dengan satu lubang yang legendaris.

Munculnya Kalita.Co

Kalita.Co V60
pinterest

Pada tahun yang sama Kalita Co., adalah sebuah perusahaan keluarga di Jepang yang memperkenalkan dripper, dripper ini mirip dengan buatan Melitta yang membedakan adalah jumlah lubang yang di modifikasi yaitu berjumlah 3 lubang.

Selain itu Kalita juga membuat produk lain yaitu Kalita Wave yaitu kertas saring yang berbentuk gelombang.

Munculnya Kono Meimon

Munculnya Kono Meino
pinterest

Lima tahun selanjutnya kira-kira pada tahun 1973 sudah muncul dripper dalam bentuk kerucut untuk pertama kalinya yang bernama Kono Meimon.

Kono Meimon adalah pelopor dripper kerucut yang berkembang hingga saat ini. Kono adalah perusahan yang sudah fokus pada bidang alat kopi dari tahun 1925 yang pada awalnya membuat vacum pot atau yang sering disebut dengan syphon.

Perbedaan antara Kono dengan dripper lain adalah Kono memiliki 12 ribs yang berbentuk vertikal yang akan membuat kopi menetes lebih lama.

Setelah 40 tahun V60 mengeluarkan dripper dengan bentuk kerucut yang menjadi salah satu sorotan menjadi para pecinta kopi.

Pada tahun 2005 sampai seterusnya dripper kerucut  menjadi salah satu dripper yang banyak diminati oleh para penikmat kopi, Bahkan hingga mendapatkan beberapa juara dunia seperti WrBC.

Muncul pada tahun 2004 Hairo V60 sudah mulai diminati oleh para penikmat kopi

Hairo V60 memiliki bentuk kerucut di bagian bawahnya, bahan  dasar alat seduh ini terbuat dari keramik, ada juga yang terbuat dari kaca, metal ataupun plastik dan dibuat persis menyerupai cangkir.

Dibagian atas alat seduh ini biasanya dilengkapi dengan motif spiral yang memberikan sentuhan unik dan elegant.

Kelebihan dari Hairo V60 adalah memiliki bentuk yang kokoh dan juga dapat menyimpan panas lebih lama. Dan juga akan memberikan aroma kopi yang lebih kuat, dan tentunya hasil kopi yang diseduh jauh lebih bersih dan akan memberikan karakter kopi tertentu yang tidak bisa didapatkan dengan alat seduh yang lain.

Alat ini juga dilengkapi dengan bentuk sirkular yang berbelok-belok jadi lebih memudahkan untuk terpusatnya air dan menjadikan air lebih merata yang menciptakan suhu yang sirama.

Munculnya Hairo V60

hairo
pinterest

Pertama munculnya Hairo V60 ini adalah di negeri sakura yup betul negara Jepang tahun 2004. V60 dirancang oleh seorang ahli kimia yang bernama Tsuruoka di Hario Factory.

Hairo Factory berdiri sejak tahun 1921, pada awalnya perusahaan ini hanya memproduksi kaca untuk keperluan kimia, namun setelah 30 tahun penelitian Tsuruoka, dia mampu menghasilkan sebuah produk yang diberi nama Hairo Glass.

Produk Hairo Glass sendiri menggunakan 100% mineral alami yang menjadikan alat ini tahan dengan panas. Pada tahun 1949 Hairo Factory meluncurkan produk rumahan penyaring kopi yaitu syphon yang terbuat dari kaca.

8 tahun berikutnya Hairo Factory mengubah bahan dasar dari syphon, dari yang terbuat dari kaca berubah menjadi kain.

Mulai dari situ Hairo Factory banyak mendapatkan penghargaan design, dan yang pastinya yang membuat nama Hairo Factory naik adalah salah satu produknya yaitu V60.

Dari Mana Nama V60?

Muncul nama V60
pinterest

Nama dari alat seduh ini didapatkan dari bentuknya yang V dan bersudut 60 derajat, seperti yang kita sudah tau bahwa V60 bisa di dapati dengan bahan yang bermacam-macam, dari kaca, tembaga, plastik dan juga kramik.

Alat ini memiliki responsivitas lebih tinggi dibanding dengan alat seduh kopi yang lain karena beberapa hal berikut :

  • Bentuk kerucutnya dan sudut yang dimiliki menjadikan air dapat mengalir ke pusat dan juga memperpanjang waktu air dan kopi menyerap.
  • Rusuk spiral yang dimiliki dari ujung hingga puncak menjadikan pengembangan kopi menjadi maximal saat tersiram air.
  • Dan lubang tunggal yang besar membuat penyeduh kopi menjadikan cita rasa lebih nikmat karena berubahnya kecepatan air.

Keuntungan lain dari menggunakan alat ini selain akan menimbulkan aroma yang kuat adalah akan menghasilkan kopi tanpa ampas dan juga mudah untuk pengoprasiannya.

Tak heran bila V60 menjadi primadona diantara para pecinta kopi di dunia. Masih ragu apa lagi sih sama V60 ini?

Tips Menyeduh Kopi Menggunakan V60

Cara menyeduh menggunakan v60
sobatkopi.com

Disini kita akan menggunakan alat seduh Hairo V60 dengan metode pour over, tentunya untuk metode ini kita perlu melakukannya dengan tepat supaya menghasilkan citarasa dan aroma yang khas. Berikut adalah tips menyeduh kopi menggunakan metode pour over:

  1. Siapkan kertas filter untuk membantu proses penyaringan, biasanya kertas filter dijual secara terpisah dengan alat seduhnya. Untuk kertas filter memiliki 2 jenis yang pertama berwarna putih (melalui proses bleacing) dan yang berwarna kuning (tidak melalui proses bleacing).
  2. Lipat kertas filter yang akan digunakan dengan membentuk menyerupai kerucut.
  3. Letakan kertas filter di alat seduh lalu siram menggunakan air panas terlebih dahulu, ini bertujuan untuk menghindari aroma kertas yang dikhawatikan akan tercampur dengan aroma kopi.
  4. Siram beberapa kali hingga merasa kertas tersebut sudah tidak memiliki aroma kertas, dan sebaiknya segera dibuang untuk menjaga aroma kopi yang akan di seduh.
  5. Siapkan biji kopi yang akan di seduh biasanya menggunakan takaran sebanyak 24 gram dengan rasio 1:15, 1 gram dengan 15 mili air. Hanya perlu digiling tidak perlu di haluskan.
  6. Setelah dirasa kertas filter bersih kamu bisa langsung memasukan kopi ke dalamnya.
  7. Langkah selanjutnya tuang air panas dari teko secara perlahan. Tuangkan air dari bagian tengah lalu lanjutkan dengan gerakan melingkar. Tuangkan air panas dengan takaran 50-60 ml, lalu diamkan kira-kira 30-40 detik supaya air meresap dan membasahi semua bagian kopi.

Biasanya kopi akan mengembang atau yang biasa disebut dengan blooming dikarenakan kopi yang segar biasanya masih mengandung karbon dioksida yang menjadikan terjadinya blooming.

  1. Setiap melakukan gerakan melingkar diamkan sebentar hingga air terserap sampai bagian dasar dan lakukan gerakan melingkar dengan durasi 3-4 menit.

Mudah bukan? Semoga dengan informasi ini bisa menambah pengetahuan kita, dan selama bertemu di artikel selanjutnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *